Nasib Pengusaha Batu Bara Di Kala Pandemi

Nasib Pengusaha Batu Bara Di Kala Pandemi

Nasib-Pengusaha-Batu-Bara-Di-Kala-Pandemi
Nasib Pengusaha Batu Bara Di Kala Pandemi

Banyaknya negara yang melakukan lockdown  atau pembatasan wilayah akibat wabah corona telah berdampak pada sektor batu bara Tanah Air.

Ditambah lagi, harga batu bara yang juga tengah tertekan dalam empat bulan pertama pada 2020.

Pandemi Virus Corona (Covid-19) belum ada tanda-tanda berakhir. Padahal, tahun ini, awalnya menjadi periode yang diharapkan sektor pertambangan batu bara bersinar.

Untuk diketahui, harga batu bara Acuan (HBA) pada April mencapau US$65,77 per ton atau turunUS$1,31 per ton dari Maret.

Sebelumnya HBA pada Januari 2020 mencapai US$65,93 per ton turun dari Desember 2019 sebesar US$66,30 per ton.

HBA mengalami sempat mencatatakan fluktuasi pada Februari dan Maret, di mana pada  Februari naik di Februari US$66,89 per ton dan Maret mencapai US$67,08 per ton.

Sepanjang tahun ini, Kementerian ESDM menargetkan produksi batu bara mencapai 550 juta ton.

Adapun realisasi produksi batu bara di tahun lalu mencapai 616 juta ton dari target awal yang sebesar 489 juta ton.

Hingga kuartal I/2020, produksi batu bara mencapai 143,2 juta ton, sedikit lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai 147,78 juta ton.

Kendati demikain, para pelaku usaha batu bara mengaku belum terlalu terdampak oleh wabah Covid-19.

Baca Juga: PTRO Bagikan Dividen US$7 Juta

Head of Corporate Communication Indika Energy Leonardus Herwindo menuturkan hingga saat ini Covid-19 belum berdampak signifikan pada kinerja perusahaan.

“Sampai saat ini masih sesuai dengan target,” ujarnya kepada Bisnis, belum lama ini.

Namun demikian, oerusahaan tengah mempelajari beberapa opsi salah satunya diversifikasi market di tengah pandemi Covid-19 dan tekanan pada harga batu bara.

“Pengaruh Covid 19 bersifat global. Bukanlah hal yang mudah,” kata Leo.