Nasib Kontrak Tambang Raksasa Arutmin & KPC

ESDM Ungkap Nasib Kontrak Tambang Raksasa Arutmin & KPC

ESDM-Ungkap-Nasib-Kontrak-Tambang-Raksasa-Arutmin&KPC
Nasib Kontrak Tambang Raksasa Arutmin & KPC

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka suara perihal nasib kontrak pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B), yaitu PT. Arutmin Indonesia.

Seperti diketahui, kontrak Arutmin akan segera habis 1 November 2020.

Arutmin sudah mengajukan perubahan status menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) sebagaimana ketentuan dalam UU No. 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara.

Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batu Bara Irwandy Arief mengungkapkan nasib kontrak Arutmin.

“Permohonan izin PT. Arutmin Indonesia sudah masuk dan sedang diproses,” ujar Arief.

Menurut dia, jika semua persyaratan terpenuhi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Maka perubahan status kontrak bakal diberikan sebelum izin berakhir alias sebelum 1 November 2020 mendatang.

“Tentunya perpanjangan bila memenuhi syarat sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku dan setelah diproses akan diberikan sebelum berakhir waktunya,” tegas Arief.

Selain Arutmin, PT. Kaltim Prima Coal (KPC) juga sudah mengajukan perpanjangan kontrak. Dimana kontraknya akan habis pada akan 31 Desember 2021.

Baca Juga: Lo Kheng Hong Kantongi Miliaran dari Mitrabahtera

Irwandy menyebut saat ini sudah ada satu lagi perusahaan tambang yang mengajukan perpanjangan kontrak selain Arutmin dan KPC.