Nasib Harga Emas Usai AS-China Kembali ‘Mesra’

Harga Emas
Nasib Harga Emas Usai AS-China Kembali 'Mesra'

Pekan kemarin harga emas di pasar spot naik 0,93% secara point-to-point. Pagi ini, Senin (16/12/2019) harga emas ditransaksikan melemah tipis 0,06% ke level US $1.474,6/troy ons.

Mengawali perdagangan awal pekan ini, harga emas di pasar spot ditransaksikan melemah, setelah mengalami tren apresiasi seminggu kemarin.

Melansir Reuters, China sepakat akan mengimpor produk dan jasa Amerika senilai US $200 miliar dalam dua tahun ke depan. Beijing berkomitmen akan membeli produk pertanian AS tambahan hingga US $32 miliar dalam dua tahun.

Pelemahan harga emas terjadi setelah Washington dan Beijing mengumumkan bahwa kesepakatan dagang tahap pertama telah dicapai pada Jumat pekan kemarin.

Artinya Negeri Panda akan membeli produk pertanian AS seperti gandum, jagung dan padi serta produk lain senilai US $16 miliar dalam setahun. Atas komitmen tersebut AS menangguhkan tarif baru yang akan dikenakan pada 15 Desember kemarin. Tak hanya itu AS juga mengurangi tarif lainnya.

Dokumen kesepakatan dagang setebal 86 halaman tersebut direncanakan akan ditandatangani pada minggu awal Januari di Washington oleh kedua kepala negosiator masing-masing negara.

Baca juga: Impor Migas Capai 800 Ribu Barel Per Hari

“Kita telah menyepakati perjanjian perdagangan tahap pertama yang sangat signifikan dengan China” kata Presiden AS Donald Trump melalui akun twitternya.

Sementara itu ekonomi Paman Sam dinilai sedang baik-baik saja dan akan tetap dalam kondisi baik. Hal tersebut disampaikan oleh dua pejabat tinggi bank sentral AS, Federal Reserves. Kabar tersebut seolah memberikan sinyal bahwa era pemangkasan suku bunga acuan sudah berakhir.

Data ekonomi AS yang teranyar menunjukkan bahwa penjualan ritel negeri Paman Sam tumbuh 3,3% secara tahunan (yoy) pada November 2019. Pada bulan November tahun lalu penjualan ritel tumbuh 3,2% (yoy).

Perang Dagang

Namun perang dagang masih perlu diwaspadai. Pasalnya ini merupakan kesepakatan dagang fase pertama. Belum lagi AS juga masih mempertimbangkan untuk menjatuhkan tarif pada produk impor asal Eropa yang belum dikenakan tarif.

Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) telah menerbitkan dokumen daftar barang-barang Eropa yang akan dikenai tarif hingga 100%. Beberapa barang yang menjadi target di antaranya adalah wiski Irlandia dan Scotch serta Cognac.

Selain itu, minyak zaitun Spanyol dan keju Prancis hingga pisau Jerman dan fillet ikan Portugis, juga diperkirakan akan dijatuhi tarif hingga 100%.

Tarif baru ini merupakan buntut dari perselisihan kedua negara dalam hal pemberian subsidi ilegal oleh pemerintah Eropa untuk perusahaan pesawat Airbus.

AS telah lama berpendapat bahwa subsidi yang diberikan UE untuk Airbus, merugikan perusahaan pesawat AS Boeing. AS juga mengatakan UE telah melanggar peraturan WTO dalam hal pemberian subsidi itu.