Nasib Batu Bara Tinggal 20 Tahun Lagi?

Nasib Batu Bara Tinggal 20 Tahun Lagi?

Nasib Batu Bara Tinggal 20 Tahun Lagi?
Nasib Batu Bara Tinggal 20 Tahun Lagi?

Batu bara RI disebut akan mengalami senja tidak lama lagi. Diperkirakan masa kejayaan batu bara akan berlalu 20-30 tahun lagi.

Kenyataan itu juga membuat PT. Bukit Asam Tbk (PTBA)mempersiapkan diri bila tak ada lagi permintaan batu bara ke depan.

Bisnis mulai ditransformasikan, bukan hanya sekedar menjadi penambang dan penjual batu bara.

Secara strategis sejumlah langkah telah dilakukan perusahaan dengan melakukan pembangunan dan mengelola pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) mulut tambang.

Langkah ini sudah dimulai perusahaan dengan membangun PLTU Sumsel-8 berkapasitas 2×620 megawatt.

PLTU ini merupakan bagian dari proyek 35 ribu MW dan dibangun oleh PTBA melalui PT. Huadian Bukit Asam Power (PT. HBAP) sebagai Independent Power Producer (IPP).

PT. HBAP merupakan konsorsium antara PTBA dengan China Huadian Hongkong Company Ltd.

Progres pembangunan proyek PLTU yang nantinya membutuhkan 5,4 juta ton batu bara telah mencapai sebesar 55%.

Pembangkit listrik ini diharapkan bisa beroperasi penuh secara komersial pada kuartal pertama 2022.

Selanjutnya adalah rencana pengembangan gasifikasi yang akan dimulai tahun depan. Arfiyan menyebut gasifikasi ini bisa mengubah batu bara kalori rendah menjadi produk turunan mulai dari bahan baku pupuk hingga pakaian.”

Baca Juga: Batu Bara Jadi Idaman Ditengah Pandemi

Ini ke depan 30, 40, 50 tahun lagi di Tanjung Enim akan berdiri industri petrokimia, bukan batu bara, tapi bahan baku utamanya batu bara. Sumber dayanya 8 miliar ton, kalau itu, kita bisa jadi indepent dari crude oil,” jelas dia.

Rencana lainnya yang sedang disiapkan perusahaan adalah menjadi penyedia listrik dengan membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di kawasan bekas galian tambangnya.