Mulai Meroket, Minyak Unjuk Kekuatan

Harga minyak dunia meroket pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB), setelah data menunjukkan persediaan Amerika Serikat (AS) turun pekan lalu. Sejauh ini, negara anggota OPEC dan sekutunya berupaya terus menjaga stabilitas pasar minyak yang salah satunya memangkas produksi hingga 2020.

Mengutip Xinhua, Jumat, 27 Desember 2019, minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Februari berakhir 57 sen menjadi USD61,68 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah brent untuk pengiriman Februari bertambah 72 sen menjadi USD67,92 per barel di London ICE Futures Exchange.

Kelompok industri minyak American Petroleum Institute mengatakan bahwa stok minyak mentah AS turun 7,9 juta barel pekan lalu, jauh lebih banyak dari perkiraan analis. Administrasi Informasi Energi AS menunda merilis laporan persediaan minyaknya karena liburan Natal.

Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat berakhir melesat signifikan pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB), dengan Nasdaq menembus di atas angka 9.000 untuk pertama kalinya. Sejauh ini, disepakatinya kesepakatan dagang fase satu masih memberikan dampak positif terhadap pergerakan pasar saham.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 105,94 poin atau 0,37 persen menjadi 28.621,39. Sementara S&P 500 naik sebanyak 16,53 poin atau 0,51 persen menjadi 3.239,91. Indeks Komposit Nasdaq melonjak 69,51 poin atau 0,78 persen menjadi 9.022,39.

Baca Juga : Arab Saudi dan Kuwait Tandatangani Kesepakatan Produksi Minyak Bersama

Tiga rata-rata indeks utama semua mencapai rekor tertinggi baru sepanjang masa selama sesi. Sebanyak 10 dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan diskresi konsumen naik 1,43 persen, melampaui sisanya. Perawatan kesehatan turun 0,12 persen, satu-satunya yang mengalami penurunan.

Saham Apple naik 1,98 persen, memimpin kenaikan di Dow Jones. Sementara saham Amazon melonjak sebanyak 4,45 persen setelah raksasa e-commerce mengatakan musim belanja liburan memecahkan semua rekor sebelumnya. Tidak ditampik, liburan kemarin memberikan dampak positif yang memicu pergerakan pasar saham.

Selain itu, dalam pekan yang berakhir 21 Desember, klaim pengangguran awal AS, cara kasar untuk mengukur PHK, muncul di angka 222 ribu. Angka itu turun 13 ribu dari tingkat revisi minggu sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja mengatakan. Jumlah tersebut lebih tinggi dari perkiraan ekonom yang berjumlah 220 ribu yang disurvei oleh Dow Jones.

Sumber : Medcom