Miris, Harga Timah Murah Nyaris Tak Laku Dijual

Harga Timah Terjun Bebas, Nyaris Tak Laku.

Miris-Harga-Timah-Murah-Nyaris-Tak-Laku-Dijual
Miris, Harga Timah Murah Nyaris Tak Laku Dijual

Sejumlah penambang inkonvensional di Kecamatan Belinyu Bangka, mengeluh karena biaya operasional penambangan tak sebanding hasil yang didapat.

Sedangkan para pedagang pengumpul (kolektor) lebih memilih tak beli timah rakyat karena resikonya menanggung rugi.

Kalau pun beli, harga dipatok kolektor semurah mungkin, rata-rata Rp 50.000 perkg.

Padahal dua pekan sebelumnya harga pasir timah penambang di tingkat kolektor, masih bertengger pada kisaran Rp 85.000 perkg.

Kondisi ini diakui oleh Ismail alias Agus, Kepala Dusun (Kadus) Tanjungbatu Desa Lumut Kecamatan Belinyu Bangka .

Keluhan warganya yang mengantungkan mata pencarian di sektor pertambangan, sangat mengkhawatirkan. Kondisi ini diakuinya terjadi sejak dua pekan terakhir.

Sejak itu, harga timah di tingkat pedagang pengumpul atau kolektor setiap hari selalu mengalami penurunan, hingga akhirnya terjun bebas.

Baca Juga: Petrosea Catatkan Laba Bersih US$ 31 Juta Pada Tahun 2019

“Harga timah (pasir timah tambang inkonvensional) sekarang cuma berkisar Rp 50.000 hingga Rp -55.000 perkg. Setiap hari harga makin turun, bahkan saya dengar besok turun lagi. Banyak kolektor (pengumpul pasir timah) tidak berani beli walaupun harga murah,” kata Agus.

Agus mengaku tak tahu kenapa harga timah anjlok seketika. Yang jelas katanya, sejak harga hasil tambang ini menurun drastis, perekonomian masyarakat di dusun binaannya menjadi terpuruk.