Minyak Turun Disaat Wall Street Anjlok

Minyak Turun Disaat Wall Street Anjlok

Minyak-Turun-Disaat-Wall-Street-Anjlok
Minyak Turun Disaat Wall Street Anjlok

Harga minyak mentah turun 2% pada Kamis malam, dan Brent ditutup di bawah $50 per barel. Ini terjadi meskipun OPEC kembali melakukan pemangkasan produksi untuk mengurangi kerugian akibat krisis virus covid-19.

Sejumlah delegasi yang menghadiri pertemuan kebijakan OPEC di Wina dilaporkan menyepakati rencana Arab Saudi untuk memangkas 1,5 juta barel per hari dari produksi global.

Pengurangan terbaru ini merupakan tambahan 50% dari pemangkasan 1,0 juta barel per hari yang sebelumnya telah disepakati OPEC. Angka yang lebih tinggi ini adalah upaya Menteri Energi Saudi Abdulaziz bin Salman untuk mencoba “mengejutkan” pasar menjadi reli sejak ia mulai menjabat pada bulan September.

Namun harga minyak mentah gagal menguat pada hari Kamis karena ada informasi bahwa sekutu utama OPEC – yakni Rusia – belum menandatangani rencana tersebut.

Baca Juga : Indonesia pada 2024 Ditargetkan Bisa Mandiri Energi

Hal lain yang mendorong penurunan minyak adalah Wall Street, dipicu anjloknya S&P 500 sekitar 3% setelah California, negara bagian AS terbesar kedua, menyatakan darurat penyebaran virus covid-19. Epidemi global sejauh ini telah menewaskan sedikitnya 11 orang Amerika dan menginfeksi lebih dari 100 lainnya.

Minyak Mentah AS Naik 1,8%

West Texas Intermediate Minyak Mentah WTI Berjangka, patokan untuk harga minyak mentah AS, naik 93 sen. Jumlah ini senilai 1,8%, menjadi $45,95 per barel. Sementara Minyak Brent Berjangka, patokan global yang diperdagangkan di London untuk minyak mentah, turun $1,14 atau 2,2% menjadi $50,08.

“Dampak ekonomi coronavirus akhirnya bisa berdampak pada pasar tenaga kerja AS,” kata Ed Moya dari platform perdagangan online OANDA. “Jika bagian terkuat dari ekonomi AS mulai melemah, kekhawatiran resesi akan tumbuh dengan cepat.”.

“Juga, ini adalah momen penting bagi OPEC+ karena jika Rusia tidak sepakat dapat mendorong harga minyak ke posisi terendah.”

Harga minyak mentah turun sebanyak 16% minggu lalu menyusul hilangnya permintaan ratusan juta barel akibat virus covid-19. Ini juga menjadi minggu terburuk di pasar sejak Oktober 2008, ketika Resesi Hebat dimulai.

Meskipun sempat ada penguatan minggu ini, WTI tetap turun 24% tahun ini dan Brent turun 23%.

Badan Energi Internasional memperkirakan permintaan minyak tahun ke tahun di seluruh dunia diprediksi turun 435. 000 barel per hari dalam kuartal pertama 2020, kontraksi kuartal pertama dalam lebih dari satu dekade.