Minyak Tertekan Keraguan Pasar Atas Pemangkasan Produksi OPEC

Minyak Tertekan Keraguan Pasar

Minyak-Tertekan-Keraguan-Pasar
Minyak Tertekan Keraguan Pasar

Harga minyak mentah dunia kembali merosot pada perdagangan Jumat (10/4).

Keraguan pasar terhadap kepastian pemotongan produksi oleh negara-negara produsen minyak (OPEC) menekan pergerakan harga komoditas tersebut.

Mengutip Antara, Senin (13/4), minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni turun US$1,36 atau 4,1 persen ke posisi US$31,48 per barel.

Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei turun US$2,33 atau 9,3 persen menjadi US$22,76 per barel.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya termasuk Rusia, atau OPEC+ tengah membahas pengurangan produksi.

Pembahasan dilakukan karena pandemi virus corona telah menghancurkan permintaan global hingga 30 persen permintaan bahan bakar di seluruh dunia sehingga menekan harga minyak.

“Ada terlalu banyak minyak mentah untuk dijual, namun terlalu sedikit pipa untuk memindahkannya dan terlalu sedikit pembeli untuk mengambilnya,” kata spesialis energi di United ICAP Scott Shelton.

OPEC+ telah mempertimbangkan potongan produksi sebesar 15 juta hingga 20 juta barel per hari (bph). Jumlah itu setara 15 persen hingga 20 persen dari pasokan global.

Namun, menteri perminyakan Iran mengatakan pengurangan produksi 10 juta bph hanya berlaku pada Mei dan Juni 2020.

Selanjutnya, pada Juli hingga akhir 2020 pemotongan akan turun menjadi delapan juta bph. Kemudian tahun depan menjadi enam juta bph.

“Banyak harapan diberikan ke pasar selama beberapa hari terakhir,” kata mitra di Hedge Fund Again Capital LLC John Kilduff.

Pemotongan 10 juta bph akan menjadi pemangkasan produksi terbesar yang pernah disepakati oleh OPEC.

Tetapi, Rusia bersikeras hanya akan mengurangi produksi jika AS ikut mengurangi produksinya. Sementara itu, AS belum mengatakan akan ikut mengurangi produksinya.

Bjornar Tonhaugen, Kepala Pasar Minyak di Rystad Energy mengatakan kesepakatan pengurangan 10 juta bph jauh lebih rendah dari apa yang dibutuhkan pasar saat ini.

“Sekarang harapan hanya bergantung pada apa yang akan dilakukan negara-negara lain di luar aliansi,” ujarnya.