Minyak Naik 5%, Ada Apa Gerangan?

Harga minyak ditutup naik hampir 5% di tengah harapan pengurangan produksi oleh OPEC untuk mengimbangi turunnya permintaan minyak mentah akibat virus covid-19. Tanda-tanda bahwa bank sentral utama dan menteri keuangan mengoordinasikan tindakan untuk mencegah keruntuhan ekonomi global juga membantu tren kenaikan.

Minyak-Naik-5%-Ada-Apa-Gerangan?
Minyak Naik 5%, Ada Apa Gerangan?

Tetapi berita setidaknya enam orang Amerika telah meninggal karena wabah virus yang telah menewaskan lebih dari 3. 000 orang di seluruh dunia dapat mengirimkan gelombang kejutan baru melalui pasar AS. Indeks S&P 500 Wall Street masih naik 2,3% dalam perdagangan Senin petang.

“Pemangkasan suku bunga tidak akan menyembuhkan dampak ekonomi dari virus covid-19, hanya vaksin yang akan melakukan itu,” kata Ed Moya, analis di platform perdagangan New York OANDA. “Sepertinya kita bisa melihat ekonomi ‘tinggal di rumah’ memberikan kejutan pertumbuhan global yang bisa bertahan selama kuartal terakhir.”

Minyak Mentah WTI Berjangka, patokan minyak mentah AS, naik $1.99, atau 4,5%, menjadi $46.75 per barel. WTI turun 5% pada hari Jumat dan 16% sepanjang minggu lalu, terbesar dalam seminggu sejak pertengahan Desember 2008.

Minyak Brent Berjangka, patokan global yang diperdagangkan di London untuk minyak mentah, naik $2.23, juga 4,5%, menjadi $51.90. Brent turun 4,8% pada hari Jumat dan 15% minggu lalu.

13 Anggota OPEC Rutin Laksanakan Pertemuan

13 anggota OPEC membuka pertemuan rutin dua kali tahunan mereka pada hari Kamis sebelum sesi khusus pada hari Jumat dengan 10 negara produsen dipimpin oleh Rusia, yang secara kolektif dikenal sebagai OPEC+.

Arab Saudi, yang mendominasi kelompok itu, sedang berusaha mendorong kesepakatan untuk memotong 1 juta barel per hari di atas 2,1 juta barel per hari yang sudah disepakati pada Desember. Rusia, yang kerjasamanya sangat penting untuk pemangkasan, belum memberikan jawaban tegas kepada pihak Saudi.

Baca Juga : Harga Nikel Melonjak Setelah Indonesia Terpapar Corona

“Tindakan tergantung pada Arab Saudi. Ini dikarenakan Rusia tidak mungkin memberikan dukungan yang meyakinkan,” kata Olivier Jakob dari Petromatrix, konsultan risiko minyak yang berbasis di Swiss.

Adapun ekspektasi penurunan suku bunga, dana berjangka Fed memberi peluang 100% bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin pada pertemuannya 18 Maret, Fed Rate Monitor Tool Investing.com menunjukkan.

Bank of Japan dan Bank of England keduanya siap untuk bertindak menstabilkan pasar. Sementara para menteri keuangan G-7 dijadwalkan mengadakan teleconference Selasa untuk mengoordinasikan tanggapan terhadap wabah virus covid-19.