Minyak Menuju Harga Keseimbangan yang Baru

Minyak Menuju Harga Keseimbangan yang Baru

Minyak-Menuju-Harga-Keseimbangan-yang-Baru
Minyak Menuju Harga Keseimbangan yang Baru

Fluktuasi harga minyak ditafsir akan segera menemukan harga keseimbangan yang baru, seiring sudah mulai pulihnya kativitas ekonomi di berbagai belahan dunia. 

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas, Dwi Soetjipto. Ia memperkirakan harga minyak mentah akan mencapai titik keseimbangan baru di level US$ 60 per barel.

Titik keseimbangan baru ini terjadi setelah anjloknya harga minyak akibat penurunan permintaan di tengah wabah Covid-19.

Dwi memprediksi level keseimbangan bau harga minyak itu akan terjadi pada tahun 2024 atau 2025. Dari pengamatannya, ia menyebutkan setidaknya ada tiga asumsi dasar atas perkiraan titik kesimbangan baru harga minyak tersebut.

Baca Juga: PKP2B Kideco Berakhir di 2023, Kapan INDY Ajukan Perpanjangan?

Pertama, perhitungan berdasarkan biaya produksi. “Bila harga minyak di bawah US$ 30 per barel maka akan banyak perusahaan minyak yang kolaps. Kecuali yang memiliki cadangan besar,” ujarnya dalam Forum Group Discussion online, Senin, 15 Juni 2020.

Kedua, pembicaraan di Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang mulai memangkas produksi mereka.

Ketiga, analisa-analisa perkiraan harga minyak mentah Brent oleh lembaga riset energi Woodmac, Rystad and Platts.