Minyak Melonjak di Tengah Penelitian Vaksin Corona

Harga minyak mentah melonjak sekitar 2% pada hari Rabu (5/2/2020) waktu setempat. Harga minyak mentah yang melonjak ini terjadi saat para ilmuwan sedang mengembangkan vaksin untuk virus corona.

Melansir Reuters, Jakarta, Kamis (6/2/2020), Minyak mentah berjangka Brent mengakhiri sesi naik USD1,32, atau 2,5% pada USD56,46 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik USD1,14, atau 2,3%, menjadi menetap di USD50,75.

Harga-Minyak-Mentah-Naik
Harga Minyak Mentah Naik

Kenaikan ini juga didukung oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu sedang mempertimbangkan pemangkasan produksi lebih lanjut untuk melawan potensi tekanan pada permintaan minyak global. Wabah telah menewaskan ratusan orang dan membebani aktivitas ekonomi global dan permintaan minyak.

Baca Juga : Tiga Saham Emiten Memimpin di BEI

Harga kenaikan setelah data menunjukkan persediaan minyak mentah AS naik 3,4 juta barel dalam sepekan ke 31 Januari, dibandingkan dengan ekspektasi jajak pendapat Reuters untuk 2,8 juta barel.

“Laporan itu mungkin tidak cukup mengejutkan untuk menghancurkan momentum kembalinya minyak mentah yang kita lihat hari ini,”

ÔÇťAlasan utama minyak dijual sekeras itu bukan karena apa yang kami ketahui; itu yang tidak kita ketahui. Sekarang, sepertinya kita bisa menghitung kehancuran permintaan dan melihat ke depan,” ujar Phil Flynn, seorang analis di Price Futures Group di Chicago.

Baca Juga : Gasifikasi Batubara Dapat Kurangi Impor Gas LPG

Kekhawatiran akan merosotnya permintaan minyak global telah mendorong minyak mentah AS dan Brent berjangka ke contango minggu ini.

Berdasarkan perkiraan pertumbuhan PDB Tiongkok akan melambat menjadi hanya 3% tahun-ke-tahun pada Q1 2020 dan dengan asumsi bahwa virus dikendalikan dengan relatif cepat.