Minyak Mentah Komoditas Paling Cuan di Agustus

Minyak Mentah Komoditas Paling Cuan di Agustus

Minyak Mentah Komoditas Paling Cuan di Agustus
Minyak Mentah Komoditas Paling Cuan di Agustus

Pandemi covid-19 sempat membuat harga minyak terjatuh hingga ke level defisit.

Kondisi tersebut terjadi karena menurunnya permintaan minyak secara drastis akibat berhentinya aktivitas ekonomi.

Namun saat beberapa negara telah memutuskan kebijakan pelonggran lockdown, serta persetujuan untuk mengurangi produksi minyak diantara para negara penghasil minyak, telah membuat harga minyak kembali prospektif. 

Bahkan harga minyak Pada bulan Agustus, harga komoditas yang melesat paling tinggi adalah minyak mentah, kemudian disusul oleh minyak sawit mentah (CPO) baru batu bara.

Sampai dengan akhir Agustus, pandemi Covid-19 masih terus merebak di seluruh penjuru dunia.

Lebih dari 25 juta orang telah terjangkit Covid-19 sejak awal tahun ini.

Meski ada perbaikan dari sisi mobilitas, namun tetap saja aktivitas ekonomi belum pulih.

Harga-harga komoditas yang tadinya berguguran mulai bergerak naik terutama harga minyak mentah.

Sejak relaksasi lockdown mulai dilakukan di banyak negara pada awal Mei, harga minyak rebound.

Kemudian harga minyak cenderung bergerak dengan volatilitas rendah setelahnya.

Di bulan Agustus harga minyak untuk kontrak Brent dan WTI keduanya masing-masing mengalami kenaikan 4,87% dan 5,81%.

Meski dari sisi pasokan organisasi eksportir minyak dan koleganya (OPEC+) mulai menurunkan pemangkasan produksi dari 9,7 juta barel per hari (bpd) menjadi 7,7 juta bpd, ke depan pertambahan pasokan tidak akan sampai 2 juta bpd.

Alasannya karena permintaan yang berangsur membaik serta komitmen anggota OPEC+ terhadap pakta pemangkasan produksi.

Baca Juga: Wisata Sejuk di Area Bekas Tambang

Lagipula negara-negara yang memiliki kepatuhan rendah seperti Iraq juga berjanji untuk memberikan kompensasi atas kelebihan kuota produksinya pada bulan-bulan sebelumnya.