Minyak Mentah Akhiri Pelemahan Beruntun

Must read

Akhirnya, minyak mentah akhiri pelemahan beruntun! Harga minyak kembali bangkit! Harga minyak mentah sempat bergejolak seiring merebaknya virus Corona di berbagai belahan dunia.

Harga minyak mentah rebound dari level terendah sejak pertengahan Oktober. Hal ini dikarenakan investor menimbang sejauh mana virus corona di China akan mengurangi permintaan bahan bakar.

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Maret ditutup menguat 0,6 persen atau 0,34 poin ke level US$53,48 per barel di New York Mercantile Exchange pada perdagangan Selasa (28/1/2020).

Minyak-Mentah-Akhiri-Pelemahan-Beruntun
Minyak Mentah Akhiri Pelemahan Beruntun

Sementara itu, minyak mentah Brent untuk kontrak Maret naik 0,19 poin ke posisi US$59,51 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London.

Dilansir Bloomberg, Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya diperkirakan memperluas dan memperdalam pengurangan produksi pada pertemuan Maret untuk mencegah ketidakseimbangan pasokan jika wabah virus corona memburuk.

Baca Juga : Corona Sebabkan Harga Minyak Anjlok

“Ada short-covering setelah skenario permintaan terburuk masuk,” kata John Kilduff, mitra di Again Capital LLC, seperti dikutip Bloomberg.

Sentimen membaik setelah aksi jual menarik perhatian Arab Saudi dan China menggenjot upaya untuk menahan wabah, katanya.

China Tutup Akses Kota

Pihak berwenang China telah menutup akses kota-kota di sekitar pusat gempa di Wuhan, dan akan menghentikan orang yang bepergian ke Hong Kong. Kematian meningkat menjadi 106 di China. Sedangkan infeksi telah dilaporkan di sejumlah negara Asia serta di AS, Prancis, Kanada, dan Jerman.

Pusat Pengendalian Penyakit AS (CDC) menyarankan wisatawan untuk menghindari semua perjalanan yang tidak penting ke China.

Aktivitas penerbangan di lima bandara terdekat dengan Wuhan anjlok 48 persen dari pekan sebelumnya. Sementara itu lalu lintas penerbangan di Shanghai dan Shenzhen juga turun. Meskipun liburan Tahun Baru Imlek seharusnya meningkatkannya, menurut RBC Capital Markets.

Laba dari produksi bahan bakar pesawat di Asia turun ke level terendah dalam hampir empat tahun terakhir.

Meskipun ada kenaikan pada hari Selasa, investor tetap berhati-hati terhadap potensi bahwa virus akan mengacaukan permintaan minyak.

“Ada sikap wait and see yang tampaknya mendorong pasar sekarang. Ketakutan virus itu benar-benar menjadi sebuah pertanyaan tentang berapa banyak dampat terhadap permintaan dan berapa lama itu berlangsung,” kata Steeves.

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article