Mimpi Buruk Dalam Sejarah Perdagangan Minyak

Mimpi Buruk Dalam Sejarah Perdagangan Minyak

Mimpi-Buruk-Dalam-Sejarah-Perdagangan-Minyak
Mimpi Buruk Dalam Sejarah Perdagangan Minyak

Pandemi virus corona atau Covid-19 yang melanda dunia hampir 4 bulan ini membuat harga minyak mentah terus merosot.

Puncaknya kemarin ketika harga minyak patokan Amerika Serikat (AS) West Texas Intermediate (WTI) berada dalam teritori negatif dan menjadikan harga minus tersebut sejarah dalam perdagangan minyak dunia.

Harga minyak berjangka Brent jatuh lagi, Selasa (21/4/2020) kemarin melanjutkan kepanikan pasar minyak dunia yang terlihat pada membengkaknya pasokan minyak mentah global karena pandemi virus corona, namun tak diimbangi permintaan bahan bakar.

Senin dan Selasa adalah dua hari yang paling bergejolak dalam sejarah perdagangan minyak.

Karena investor menghadapi kenyataan bahwa pasokan di seluruh dunia akan membanjiri permintaan selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Pemotongan produksi saat ini bertujuan untuk mengimbangi kelebihan produksi tampaknya sangat jauh dari cukup.

Mengutip Reuters, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni terjun 8,86 dolar AS. Sekitar 43 persen, menjadi 11,57 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Baca Juga: Senyawa Kimia ini Ubah Cahaya Jadi Listrik

Harga minyak WTI untuk pengiriman Mei 2020 yang kontraknya berakhir Selasa rebound dari harga minus 37,63 dolar AS pada sesi sebelumnya menjadi 10,01 dolar AS per barel

Harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni 2020 anjlok 24 persen menjadi 19,33 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange, harga terendah sejak Februari 2002.

Dua hari terakhir merupakan dua hari paling bergejolak sepanjang sejarah berlangsungnya perdagangan minyak.