Milenial Wajib Tahu 3 Hal Ini Mengenai Pertambangan

Ketua Bidang Keprofesian Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi), Masagus Ahmad Azizi mengatakan pihaknya ingin memberi edukasi ke generasi muda agar mereka semua mengetahui tambang besar yang yang ada di Indonesia.

“Harapan kami ya, ini adalah program yang sangat besar bahwa sebisa mungkin, sebanyak mungkin anak-anak muda kami mengenal semua pertambangan di Indonesia. Harus ya!,” kata Masagus di Gedung D Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Serpong, Tangerang, Banten.

Bidang pertambangan menjadi semakin dikenal belakangan karena Kalimantan, yang sebentar lagi menjadi ibu kota, dipenuhi dengan area pertambangan. Apa saja yang kamu tahu soal pertambangan? Yuk simak penjelasan berikut, seputar pertambangan yang perlu kamu tahu.

1. Jangan hanya menceritakan kejelekan tambang

Jangan-hanya-menceritakan-kejelekan-tambang
Jangan hanya menceritakan kejelekan tambang

Masagus melanjutkan, generasi muda juga jangan hanya menceritakan kejelakan soal tambang. Hal-hal baik kata Masagus, juga harus diceritakan. Agar anak-anak muda semakin mengenal tambang di Indonesia, pihaknya akan menginisiasi sebuah program layaknya program Student Paper Contest.

“(Student Paper Contest) Biasanya dari mahasiswa pertambangan. Kedepannya ada Paper Contest yang non tambang,” ujarnya dalam rangkaian acara Indonesia Writers Festival (IWF) 2019 pada sesi ‘Mining For Life’.

2. Ada program sekolah online bidang tambang

Ada-program-sekolah-online-bidang-tambang
Ada program sekolah online bidang tambang

Di tempat yang sama, Ketua Bidang Knowledge Sharing Perpahi, Dr. Stephanie Saing menuturkan, pihaknya juga telah menyediakan sekolah online tambang.

“Sekolah online tambang, untuk mahasiswa, untuk profesional, untuk pablik. Free, Dari Perhapi kita sendri kita sangat welcome, kita ready,” kata Stephanie.

3. Proses pengenalan tambang ke masyarakat butuh waktu

Stephanie menambahkan, jika pertambangan akan masuk ke suatu daerah, terkadang memang mengalami penolakan dari pihak-pihak tertentu. “Itu kita tidak bisa sebut masyarakat semuanya. Pada dasarnya kita usut-usut pengalaman dan teman teman saya, itu oknum (yang menolak),” ujarnya.

“Jadi Suka ngga suka, tambang ngga lancar penerimaannya ngga hanya di Indonesia Hampir di negeri lain juga sama, meski goverment pro (pertambangan),” sambungnya.

Dalam melakukan pendekatan kepada masyarakat, pihaknya akan melibatkan seluruh warga lokal. Pihaknya juga berupaya memahami psikologi dan pendekatan secara personal, pada masing-masing suku. “Karena tiap daerah pendekatannya beda-beda. Trik triknya beda,” jelasnya.

Baca Juga : Perusahaan Tambang Bantu Bangun SD Di Kampung Maibo

Acara yang juga dikenal dengan IWF 2019 ini adalah pertemuan independen yang berkomitmen untuk memberdayakan Indonesia melalui bidang menulis. Acara dengan slogan Empowering Indonesia Through Writing ini dilangsungkan pada 6 hingga 7 September 2019 di Universitas Multimedia Nusantara, Serpong, Tangerang.

IWF 2019 sendiri menghadirkan lebih dari 30 pembicara kompeten di berbagai latar belakang seperti Najwa Shihab, Rosiana Silalahi, Ivan Lanin, Marchella FP, Gina S. Noer, Sheila Timothy, Dewi Lestari, Reza Rahadian, Trinity, Windy Ariestanty, Ayu Utami, Henry Manampiring, Angkie Yudistia dan masih banyak lagi.

Ajang penulisan terbesar di Tanah Air ini dihadiri oleh 5.000-an penggiat dunia literasi dan kreatif.