Migas Babak Belur, Efek Corona Merambat ke Batu Bara

Efek Corona Merambat ke Batu Bara

Efek-Corona-Merambat-ke-Batu-Bara
Efek Corona Merambat ke Batu Bara

Industri migas dalam negeri tengah babak belur akibat harga komoditas yang merosot tajam dalam sebulan.

Salah satu penyebab harga emas hitam turun adalah karena pandemi corona masih berlangsung dan tak tahu kapan akan berakhir.

Setelah migas, dampak dari pandemi corona (Covid-19) kini menyasar ke industri batu bara. Turunnya permintaan menyebabkan Harga Batu bara Acuan (HBA) bulan April anjlok.

Ketua Indonesian Mining Institute (IMI) Irwandy Arif mengatakan HBA US$ 65,77 per ton pada buan April belum menunjukkan dampak Covid-19 ke depan.

“Dampaknya tentu akan lebih besar kalau Covid -19 masih berlanjut beberapa bulan ke depan,” ungkapnya kepada CNBC Indonesia, Selasa, (07/04/2020).

Baca Juga: Harga Batu Bara Acuan 2020 Diprediksi akan Fluktuatif

Irwandy menerangkan, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 penurunan harga terjadi tapi belum drastis. Lalu harga rata-rata tahun 2019 jika dibandingkan harga rata-rata tahun 2018 harga batu bara turun sekitar 30%.

“Proyeksi harga batu bara sampai akhir tahun sebagai gambaran untuk ICI4 (kalori sekitar 4200) diharapkan sekitar US$ 30an dan mudah-mudahan tidak jatuh sampai US$ 27, harga ini bisa diekivalenkan untuk HBA sekitar US$ 60 per ton. Serapan batu bara yang menurun di kuartal II ini, perkiraan saya disaat ini ada 15 juta ton tanpa rumah,” imbuhnya.

Terkait proyeksi permintaan batu bara tahun ini menurutnya masih sangat sulit diprediksi apabila Covid-19 masih berlangsung di seluruh dunia.

“Mudah-mudahan penurunan permintaan ini tidak terlalu signifikan,” harapnya.

Sementara Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara (APBI) Hendra Sinadia mengatakan sebagian besar anggota APBI tetap menjalankan produksi batu bara mereka.

Dirinya menerangkan sampai dengan Triwulan I 2020 menurut data MODI adalah 142,51 juta ton dibanding dengan Triwulan I 2019 yang angkanya 146,25 juta ton mengalami penurunan sekitar 2,62% di tahun ini.