Metode Tambang Bawah Tanah Tradisional

Must read

Metode Tambang Bawah Tanah Tradisional

Metode Tambang Bawah Tanah Tradisional
Metode Tambang Bawah Tanah Tradisional

Tambang bawah tanah sudah ada sejak dahulu kala dan tak asing lagi didengar oleh sebagian besar masyarakat.

Tambang bawah tanah merupakan sebuah teknik penambangan yang segala kegiatan atau aktivitas penambangannya dilakukan di bawah permukaan bumi.

Penambangan bawah tanah meliputi beberapa kegiatan seperti pembuatan jalan masuk, penggalian bijih dari badan bijih, dan pengangkutan bijih ke permukaan.

Namun dari sekian metode penambangan bawah tanah, ada salah satu metode yang menarik namun jarang diketahui banyak orang. 

Sebuah metode tradisional dan sangat sederhana, yaitu metode gophering.

Gophering atau coyoting (di Indonesia biasa disebut lubang tikus atau lubang marmot) merupakan suatu metode penambangan yang tidak sistematis, tidak perlu mengadakan persiapan penambangan (development works), dan arah penggalian hanya mengikuti arah larinya endapan bijih (vein).

Metode ini cocok diterapkan pada endapan bijih yang kecil-kecil, terpisah-pisah, letaknya terpencil dan bentuknya tidak teratur.

Oleh karena itu bentuk dari ukuran lombong (sumber pengambilan bijih) juga tidak menentu.

Ini tergantung dari ukuran endapan bijih, dan tidak ada penyanggaan pada lombong tersebut.

Adapun lubang untuk akses jalan masuk dan keluar penambang mempunyai diameter yang hanya muat untuk satu orang, dilakukan dengan merayap, dan tidak jarang penambang tertimbun akibat tidak adanya penyanggaan di dalam lubang tersebut.

Maka dari itu, metode penambangan ini bisa dibilang cara penambangan yang paling sederhana, lebih hemat biaya sehingga metode ini lebih banyak dilakukan oleh daerah-daerah dengan upah buruh yang relatif lebih rendah, namun minim keselamatan penambang.

Baca Juga: Nikel dan Batu Bara Angkat Indeks Sektor Pertambangan

Segi positif dari metode gophering adalah ongkos penambangan relatif jauh lebih murah serta dapat memberi tempat kerja dan pendapatan tambahan bagi penduduk di sekitar endapan bijih.

Sedangkan segi negatif dari metode gophering adalah produksinya rendah, berpotensi lebih mudah mencemari lingkungan hidup di sekitar, serta kurang memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja para pekerjanya.

1 COMMENT

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article