Metanol Mulai Raba Pasar Produk Turunan Batu Bara

Metanol Mulai Raba Pasar Produk Turunan Batu Bara

Metanol Mulai Raba Pasar Produk Turunan Batu Bara
Metanol Mulai Raba Pasar Produk Turunan Batu Bara

Sejuta manfaat dapat dihasilkan dari hasil pertambangan batu bara.

Komitmen pengembangan Batu bara perlu dipertegas agar batu bara mampu menjadi solusi energi baru melalui hilirisasi produk.

Sehingga menjadi jalan pemenuhan target porsi bauran energi baru dan terbarukan (EBT).

Sebagaimana yang telah dicanangkan oleh pemerintah, EBT ditargetkan sebesar mengisi 23% dalam bauran energi nasional di 2025.

Angka tersebut dinilai akan meleset jika pemerintah dan pihak industri minim melakukan inovasi pengembangan energi terbarukan.

Menurut Kepala Bidang Mineral dan Batubara (Kabid Minerba) Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim, Azwar Busra, hilirisasi batu bara di Kalimantan Timur (Kaltim) masih sangat kurang.

Bahkan industri metanol yang nantinya terletak di Batuta Industrial Chemical Park, Bengalon, Kutai Timur (Kutim) merupakan langkah awal hilirisasi batu bara yang dilakukan pemerintah.

“Saat ini kita hanya menggunakan batu bara yang ada untuk power plant, kemudian untuk keperluan PLN, dan domestik biasa,” terang Azwar saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (31/8).

Hilirisasi yang dilakukan sejauh ini baru sampai pemenuhan briket. Di mana briket sendiri biasa digunakan untuk industri rumahan saja.

“Di Kaltim sendiri baru metanol itu saja, sebelumnya pernah ada hilirisasi briket tetapi tidak dilanjutkan,” ucapnya.

Dijelaskan Azwar lagi, hilirisasi secara global yang baru akan dilakukan yakni hanya metanol.

Mengingat sejauh ini penjualan batu bara Kaltim berupa barang mentah. Belum diolah lebih lanjut.

“Produk itu kita lakukan di pasar ekspor dan domestik, untuk produk hilirisasi lainnya masih belum ada untuk kita jual,” tekannya.

Menurut Azwar, pasar ekspor metanol nantinya akan menyasar Amerika, Eropa, China dan Jepang.

Namun untuk pasar di Indonesia masih belum terpetakan.

“Penelitian untuk hilirisasi masih terus berjalan. Supaya tidak hanya metanol saja,” ujarnya.

Tidak hanya itu, pemerintah juga berupaya menggandeng investor lain. Terkait pembangunan pabrik metanol di Kutim.

Di luar tiga perusahaan besar yang sudah berkomitmen sebelumnya.

Baca Juga: Harga Batu Bara Kembali Goyang

Sementara untuk produk hilirisasi batu bara seperti briket, Azwar menyampaikan industri rumahan yang menggunakan hanya ada di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan NTB.

“Industri-industri untuk pembangkit tenaga listrik, biasanya dipakai oleh petani, kadang untuk usaha rumahan seperti laundry, yang biasanya jadi bahan bakar untuk setrika uapnya,” pungkasnya.