Meski Terdampak Covid-19, Investasi Diperkirakan Meningkat

Meski Terdampak Covid-19, Investasi Diperkirakan Meningkat

Meski-Terdampak-Covid-19-Investasi-Diperkirakan-Meningkat
Meski Terdampak Covid-19, Investasi Diperkirakan Meningkat

BKPM memproteksikan realisasi investasi pada kuartal I/2020 meningkat sebab prosesnya telah berjalan lebih dari 50%

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memproyeksikan realisasi investasi pada kuartal I/2020 akan meningkat secara tahunan meskipun pandemi covid-19 mengganggu kinerja berbagai sektor ekonomi. 

“Pertumbuhan realisasi investasi pada triwulan pertama dibandingkan dengan 2019 itu ada kenaikan kurang lebih sekitar 5–6% dalam kisaran itu. Jadi tidak menurun, (sebaliknya) naik,” kata Kepala BKPM Bahlil Lahadalia di Jakarta, Senin (23/3).

Ia mengatakan, hal tersebut dapat terjadi karena adanya investasi existing yang progresnya sudah berjalan hampir 60%. Kemudian juga karena pihaknya telah mengeksekusi investasi mangkrak yang nilainya lebih dari Rp200 triliun.

Terakhir, ia mengatakan realisasi investasi dapat meningkat karena pihaknya menjemput bola dengan mendatangkan pengusaha yang masih terganjal oleh perizinan. “Untuk meyakinkan pihak-pihak tersebut agar bisa direalisasikan,” ujarnya.

Baca Juga: Dampak Virus Corona, Harga Emas Fluktuatif

Meski tidak menghambat realisasi investasi, Bahlil mengakui efek pandemi Covid-19 membuat kecepatan bekerja yang tadinya 100% dapat menurun hingga 60%.

Hal tersebut dikarenakan karena mesin-mesin untuk alat produksi belum datang dan juga tenaga kerja yang memiliki keahlian belum dapat datang ke Indonesia. “Insyaallah kalau corona ini berakhir bulan Mei, Juni-Juli akan speed lagi,” katanya.

Tiga Skema Target Realisasi 2020

Melihat situasi saat ini, Bahlil melanjutkan, telah membuat tiga skema target untuk realisasi investasi tahun ini.

“Ada tiga target, optimis, moderat dan pesimis. Tapi saya pikir akan saya umumkan Nanti pada saat akhir bulan ini dan sampai sekarang belum melakukan revisi (target),” katanya.

Untuk diketahui, tahun ini BKPM menargetkan realisasi investasi sebesar Rp866 triliun dan juga menargetkan indeks kemudahan berinvestasi (ease of doing business/EODB) menjadi peringkat 50 dalam tahun keempat pemerintahan saat ini.

Sebagai informasi realisasi investasi periode Januari–Desember 2019 mencapai Rp.809,6 triliun. Capaian ini sebesar 102,2% dari target 2019 sebesar Rp792,0 triliun. Rinciannya, realisasi PMDN sebesar Rp386,5 triliun atau 47,7% dari total. Sementara, PMA sebesar Rp423,1 triliun atau setara 52,3% dari total.

Jawa masih menjadi tempat paling favorit. Lebih setengah investasi ditanamkan di Jawa, tepatnya Rp434,6 triliun. Sisanya, sebesar 46,3% atau Rp375 triliun menyasar pulau-pulau lainnya.

Lima sektor usaha dengan nilai realisasi terbesar untuk periode Januari–Desember 2019 adalah Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi dengan nilai Rp 139,0 triliun atau 17,2%. Diikuti Listrik, Gas dan Air senilai Rp 126,0 triliun atau 15,6%.

Sektor dengan realisasi terbesar berikutnya adalah Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran. Investasi di sektor ini mencapai Rp71,1 triliun atau 8,8%.

Dua sektor lainnya adalah Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya Rp 61,6 triliun (7,6%); serta Pertambangan Rp 59,5 triliun (7,4%).