Merosotnya Industri & Investasi Tambang Batu Bara Indonesia

Must read

Investasi di sektor tambang mineral dan batu bara (minerba) Indonesia mengalami kemerosotan  di tengah lonjakan harga komoditas tambang dalam momen supersiklus saat ini. Bahkan industri batu bara disebut-sebut sudah menjadi industri yang memasuki era “sunset”, yakni telah terjadi  peralihan dari energi fosil menjadi energi bersih. 

Fakta tersebut didukung dengan pernyataan Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu  Bara Indonesia (APBI), Hendra Sinadia yang mengaku bahwa kondisi industri batu bara saat ini  sangat menantang. 

Salah satu tantangannya adalah mengenai transisi dunia menuju energi  terbarukan, kegiatan kampanye anti fosil, terutama sejak ditandatanganinya Perjanjian Paris  untuk mengurangi emisi gas dan peningkatan suhu dunia.  

Kondisi lainnya juga didukung oleh perbankan dan institusi finansial yang mulai meninggalkan  portofolio pendanaan untuk proyek industri pertambangan batu bara. Gelombang tersebut  muncul sejak Bank Dunia menyatakan hal tersebut beberapa tahun lalu.

Terkait dengan industri tambang batu bara sendiri, nampaknya masih terdapat sejumlah ancaman  yang menghantui industri yang merupakan sumber pembangkit listrik ini. 

PT PLN  (Persero) bersama pemerintah memiliki rencana untuk mempensiunkan Pembangkit  Listrik tenaga Uap (PLTU) berbasis batu bara mulai 2025. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk  mengurangi emisi dan mengejar netral karbon pada 2060.  

Baca Juga : APBI Sebut Industri Batu Bara Kini Mengalami “Sunset”

Hal ini tentunya menimbulkan reaksi dari berbagai pihak yang meminta pemerintah untuk segera  memberikan penjelasan rinci terkait rencana mempensiunkan PLTU ini. Karena ini akan  menentukan kemana arah industri batu bara kedepannya. 

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article