Menunggu Industri Pertambangan Batu Bara Menghijau

Menunggu Industri Pertambangan Batu Bara Menghijau

Menunggu Industri Pertambangan Batu Bara Menghijau
Menunggu Industri Pertambangan Batu Bara Menghijau

Sampai dengan Juli 2020, produksi batubara Indonesia mencapai 271.35 jt ton.

Ini 49% dari rencana produksi berdasarkan persetujuan RKAB awal sebesar 550 juta ton.

Angka ini 12% lebih rendah dari 2019 dengan produksi 616 juta ton.

Selain penurunan produksi, harga batubara juga tergerus sampai ke level US$50 per ton.

Harga batubara kemungkinan bisa tergerus lagi atau mengalami stagnasi di level $ 50-an jika tidak dilakukan pengendalian produksi secara Nasional.

Akankah industri pertambangan batubara Indonesia memasuki sinyal merah di masa-masa yang akan datang?

Mungkin terjadi bila dilihat dari beberapa indikator, yakni kecenderungan penurunan harga komoditas batubara, tuntutan pengelolaan lingkungan dan tanggung jawab sosial, isu pemanasan global, hilirisasi batubara, serta terhentinya minat lembaga pembiayaan untuk mendukung industri ini.

Indonesia harus cepat mengambil langkah antisipatif agar batubara tetap menjadi penopang pertumbuhan ekonomi dan juga salah satu industri yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Indonesia masih sangat membutuhkan batubara. Selain sumber energi nasional yang murah, juga sebagai solusi pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

Permasalahan di sektor ini harus disikapi secara positif agar dapat memberikan kontribusi optimal bagi bangsa dan negara.

PERHAPI akan mengadakan konferensi yang  mengangkat tema “Save Indonesia Coal (SIC)” guna mencari solusi terbaik bagi sektor industri tambang batubara.

Batubara tidak boleh lagi dianggap sekadar penyumbang devisa, tapi harus lebih dari itu.

Batubara harus menjadi sumber ketahanan energi dan katalis pembangunan secara berkelanjutan.

Pengelolaan batubara harus mempertimbangkan masa depan energi bangsa dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan serta kemanfaatan bagi masyarakat.

PERHAPI akan membuat rumusan penyelesaian terbaik dari sisi regulasi maupun bisnis.

Batubara sebagai sumber daya alam tidak terbarukan diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional dalam usaha mencapai kemakmuran dan kesejahteraan rakyat secara berkeadilan.

Jika kondisi ini berlangsung terus, berbagai dampak akan muncul.

Baca Juga: Metanol Mulai Raba Pasar Produk Turunan Batu Bara

Penurunan produksi dan melemahnya harga akan membuat penerimaan negara turun, potensi PHK di sektor pertambangan, dan juga lesunya ekonomi di daerah pertambangan.

Namun yang paling mengkhawatirkan adalah turunnya cadangan batubara nasional dan rendahnya upaya pencarian cadangan baru atau eksplorasi.

Semua ini harus cepat dirumusan solusi terbaiknya untuk kemajuan bersama.