Menunggu Detail Aturan Wajib Eksplorasi dan DKC

Menunggu Detail Aturan Wajib Eksplorasi dan DKC

Menunggu Detail Aturan Wajib Eksplorasi dan DKC
Menunggu Detail Aturan Wajib Eksplorasi dan DKC

Dunia pertambangan mineral dan batubara (minerba) tanah air sedang menahan napas. Juga menunggu detail aturan pelaksanaan terkait kewajiban eksplorasi lanjutan dan Dana Ketahanan Cadangan (DKC).

Kebijakan yang dirumuskan pemerintah dalam UU Minerba yang baru tersebut, merupakan strategi pemerintah dalam upaya meningkatkan investasi dan aktivitas eksplorasi yang realisasinya masih sedikit.

PT. Adaro Energy Tbk (ADRO)  melalui Head of Corporate Communication Febriati Nadira menyampaikan, pihaknya masih menanti terbitnya regulasi tersebut secara detail.

Nadira menyebut, selama ini pun anak-anak perusahaan ADRO yang bergerak di sektor pertambangan terus melakukan eksplorasi sebagai upaya mengoptimalkan penemuan cadangan batubara. 

Kegiatan eksplorasi terus ditingkatkan mengingat komoditas batubara erat kaitannya sebagai penunjang ketahanan energi nasional.

Namun, Nadira masih enggan mengomentari lebih lanjut terkait dengan skema maupun besaran kewajiban tersebut.

Yang jelas sebagai kontraktor pemerintah, sambungnya, ADRO menyatakan komitmennya untuk mematuhi wajib eksplorasi lanjutan dan DKC minerba.

“Adaro sebagai kontraktor pemerintah dan perusahaan publik tentunya akan patuh dan mengikuti aturan yang berlaku, termasuk mengenai kewajiban eksplorasi dan DKC. Kami masih menunggu, kita akan ikuti aturannya,” kata Nadira saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (20/9).

Setali tiga uang, hal yang sama juga disampaikan oleh Direktur PT. ABM Investama Tbk (ABMM) Adrian Erlangga.

Baca Juga: Pakar Lingkungan Dukung Freeport Restorasi Bekas Tambang

Menurutnya, aturan wajib eksplorasi ini sejatinya bukan lah hal yang baru bagi dunia tambang.

Sebab, eksplorasi memang menjadi kebutuhan penting untuk keberlangsungan dan keberlanjutan perusahaan minerba.