Menteri ESDM Ungkap 3 Tantangan Sektor Energi RI

Must read

Menteri ESDM Ungkap 3 Tantangan Sektor Energi RI
Menteri ESDM Ungkap 3 Tantangan Sektor Energi RI

Arifin Tasrif  selaku Menteri Energi Sumber Daya Mineral menyebut saat ini sektor energi Indonesia memiliki banyak permasalahan atau tantangan. 

Arifin menegaskan masalah muncul karena peningkatan permintaan yang tak seimbang dengan pasokan yang terbatas.

Hal tersebut menjadi masalah karena produksi minyak turun. Padahal di sisi lain permintaannya terus meningkat.

Kondisi itu, mau tak mau membuat impor crude (minyak mentah) dan BBM jenis gasoline pun meningkat.

“Ke depan, kita dihadapkan banyak tantangan, terutama adanya peningkatan energi namun dalam kapasitas pasokan energi terbatas,” ungkap Arifin. 

Arifin mengatakan masalah tersebut sudah dihadapi Indonesia saat ini.  

Sedikitnya terdapat 3 tantangan yang dihadapi, yaitu impor Liquid Petroleum Gas (LPG), ekspor batu bara mengalami tekanan, dan terakhir integrasi infrastruktur gas dan listrik yang belum baik.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Arifin menyebut pihaknya sedang menyusun beberapa strategi.

Salah satunya, meningkatkan produksi crude dengan target 1 juta barel oil per day pada 2030 mendatang.

Strategi lain yang Arifin gunakan yakni akan meningkatkan kapasitas kilang BBM, mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi, serta meningkatkan penggunaan kendaraan berbasis baterai.

Melihat tren saat ini, strategi meningkatkan penggunaan kendaraan berbasis baterai sepertinya bukan hal yang sulit dilakukan. 

Baca Juga: DPR: Progress Pembangunan Smelter Freeport Lambat!

Selain Indonesia mempunyai kemampuan untuk memproduksi baterai dari mineral nikel cukup besar (sebagai bahan baku baterai), pemerintah juga tengah merencanakan untuk memproduksi kendaraan listrik skala besar dalam waktu dekat. 

“Juga mempercepat pemanfaatan pembangkit energi baru terbarukan, meningkatkan pembangunan jaringan gas (jargas), mendorong pemanfaatan kompor listrik, dan meningkatkan produksi dimethyl ether, metanol, dan pupuk dari emisi gas,” terang Arifin.

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article