Menjadi Primadona, RI Sulit Lepas dari Batu Bara!

Must read

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengakui batu bara masih menjadi primadona dalam menghasilkan energi listrik di Indonesia. Meski penggunaanya kurang baik, Arifin mengaku akan mengefisiensikan pengelolaan batu bara dengan teknologi.

Masih-Menjadi-Primadona-RI-Sulit-Lepas-dari-Batu-Bara!
Masih Menjadi Primadona, RI Sulit Lepas dari Batu Bara!

Arifin mengatakan, dasar pertimbangan masih mengandalkan batu bara adalah keterjangkauan harga dan kemudahan memperoleh sumbernya. Hal ini akan menunjang kemudahan industri untuk menunjang bisnis mereka.

“Kenapa batu bara? karena energi yang dihasilkan lebih murah, bisa kompetitif dan bisa dihasilkan dalam jumlah yang masif. Faktor kompetitif inilah yang akan mendorong ekonomi Indonesia ke depan. Industri akan sangat terbantu dengan ketersediaan energi yang ada,” urai Arifin.

Meski demikian, Arifin akan memanfaatan teknologi untuk dapat memberikan manfaat besar dalam pengelolaan Pembangkit Tenaga Listrik berbasis batu bara.

“Tantangan sekarang adalah bagaimana kita menghasilkan emisi yang rendah dari energi batubara. Kita sudah memasuki era tersebut,” kata Arifin.

Baca Juga : Aturan Kapal Ekspor Batu Bara Jadi Polemik

Dia mengatakan, teknologi bisa mendorong menciptakan efisiensi proses pembangkitan batu bara. Misalnya, penggunaan boiler supercritical mampu menciptakan efisiensi sebesar 30%, sementara ultra-supercritical bisa sampai mengefisiensikan proses pembangkitan hingga 40%.

Khusus Advanced ultra-supercritical (A-USC) dan Integrated Gasification Combined Cycle (IGCC) akan diterapkan ketika teknologi tersebut sudah tersedia secara komersial.

“Ini adalah salah satu bukti kita taat atas Kesepakatan Paris dalam menciptakan lingkungan yang bersih,” tegas Arifin.

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article