Mengintip Tambang Batu Bara Terbesar RI di Kalimantan

Kaltim Prima Coal (KPC) merupakan perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia berdiri sejak 1982. Lokasinya di Sangatta dan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Tambang batu bara ini membentang seluas 84.938 hektar.

Jumlah karyawan di sini lebih dari 20.000 orang, lebih dari 4.500 orang karyawan KPC dan lebih dari 20.000 orang karyawan kontraktor KPC. Pada 2003, tambang ini diambil alih kepemilikannya oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebanyak 100%.

KPC Saat ini, kepemilikan BUMI di KPC 51%, sebanyak 30% dimiliki oleh Tata Power asal India, dan 19% dimiliki oleh China Investment Cooperation (CIC). Tiap hari, KPC melakukan pengiriman batu bara sekitar 170.000 ton ke para pembelinya.

Baca juga artikel terkait Mengintip Tambang Batu Bara Terbesar RI di Kalimantan: Sempat Anjlok, Penyaluran Kredit Sektor Pertambangan Mulai Tumbuh

Tahun lalu produksi batu bara KPC sekitar 58 juta ton. Di tahun ini, produksi akan ditingkatkan menjadi sekitar 60-62 juta ton.

Di 2018, KPC merajai produksi batu bara secara nasional. Dengan produksi sekitar 58 juta ton, KPC menyumbang sekitar 11% dari produksi batu bara nasional yang pada tahun lalu mencapai 528 juta ton.

Pembeli batu bara terbesar KPC adalah dari dalam negeri 28,5%, kemudian India 20,5%, China 15%, Jepang 9,5%, Filipina 5,6%, dan sisanya dari negara lain seperti Malaysia, Taiwan, Thailand, Korea, Italia, Brunei Darussalam, dan Pakistan.

Tahun lalu KPC menelurkan pendapatan US $4 miliar dan keuntungan sebelum pajak sekitar US $900 juta.