Mengenal Jenis-Jenis Bahan Peledak Tambang

Mengenal Jenis-Jenis Bahan Peledak Tambang

Mengenal Jenis-Jenis Bahan Peledak Tambang
Mengenal Jenis-Jenis Bahan Peledak Tambang

Alfred Nobel adalah orang pertama yang mematenkan pembuatan dinamit.

Namun, jauh dari situ, peradaban umat manusia telah mengenal penggunaan bahan peledak sejak dulu kala. 

Berdasarkan sebuah rekam jejak catatan sejarah, penggunaandinamit pada masa lalu, paling jauh ditemukan sejak abad ke-9 di Tiongkok.

Bangsa Tiongkok membuat bahan peledak pertama dengan campuran saltpetre (potassium nitrat), sulfur dan arang.

Campuran tersebut kemudian dikenal dengan nama black powder alias bubuk mesiu, yang hingga pertengahan abad ke-19 menjadi satu-satunya jenis bahan peledak yang digunakan oleh manusia.

Bahan tersebut digunakan baik untuk kembang api, senjata api, artileri berat, maupun untuk kepentingan sipil seperti konstruksi bangunan dan tentu saja, urusan pertambangan.

Teknologi pembuatan bahan peledak baru mulai berkembang pesat sejak era revolusi industri.

Pada masa inilah, peran bahan peledak di bidang militer dan bidang sipil menjadi terpisah. Walau kemudian bahan peledak yang dipergunakan di bidang militer juga masih sering dipakai untuk kepentingan sipil, seperti peruntuhan bangunan beton dan peledakan tambang.

Salah satu contoh bahan peledak yang kerap digunakan adalah ANFO (Ammonium Nitrate Fuel Oil), campuran bahan peledak cair yang paling umum digunakan dalam berbagai jenis peledak, dari kembang api hingga senjata militer.

Bahan peledak pada dasarnya adalah senyawa kimia yang bekerja lewat sebuah reaksi.

Baca Juga: PLN Getol Akuisisi Tambang Batu Bara

Terdapat dua jenis reaksi kimia yang umumnya ditimbulkan bahan peledak, yaitu reaksi deflagrasi dan reaksi detonasi.

Kedua jenis reaksi yang berbeda tersebut menentukan skala kekuatan ledakan bahan peledak tersebut.