Mengenal Jenis-Jenis Bahan Galian Tambang

Mengenal Jenis-Jenis Bahan Galian Tambang

Mengenal Jenis-Jenis Bahan Galian Tambang
Mengenal Jenis-Jenis Bahan Galian Tambang

Karakteristik tanah Indonesia yang begitu beragam menjadikan negara ini kaya akan hasil tambang dan bahan galian, sebut saja, batubara, emas, timah dan nikel.

Namun selain bahan bakar fosil dan logam mulia, apa saja bahan tambang yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan ditambang secara serius?

Kedudukan dan jenis barang tambang ternyata terbagi ke dalam banyak jenis yang memiliki indikatornya masing-masing.

Bahan galian tambang merupakan material hasil pertambangan yang diperoleh melalui pelepasan unsur material tersebut dari batuan induknya yang berada di dalam lapisan kerak bumi.

Bahan galian tambang biasanya berupa beragam jenis mineral, kandungan di kerak bumi yang dapat berupa benda cair, gas atau padat.

Mineral tersebut terbentuk secara alami di dari material-material yang bersifat homogen dan anorganis.

Namun, memiliki komposisi kimia tertentu dengan struktur atom dan sifat fisik yang sama.

Setiap negara di dunia umumnya memiliki standar atau aturan baku tersendiri dalam mengklasifikasikan bahan galian tambang.

Karena tentu saja emas dan batu obsidian tidak memiliki nilai ekonomis yang sama, sehingga pastinya berada dalam jajaran kelompok yang berbeda.

Di Indonesia sendiri, bahan galian tambang diklasifikasikan secara hukum lewat UU No. 11 Tahun 1967 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pertambangan.

Baca Juga: Sektor Tambang Topang Ekonomi NTB di Masa Pandemi

UU tersebut membagi bahan galian tambang menjadi tiga jenis, antara lain:

Bahan galian golongan A, atau bahan galian strategis.  Bahan galian strategis merupakan bahan galian tambang yang memiliki fungsi strategis dalam menjaga pertahanan, keamanan dan perekonomian negara.

Contoh bahan galian A antara lain minyak bumi, batubara dan gas alam. Selain itu, material radio aktif seperti uranium, thorium dan radium juga tergolong ke dalam golongan A.