Mengapa Cadangan Batu Bara Tak Bertambah Meski Produksi Meroket

Cadangan batu bara Indonesia masih berada di bawah negara-negara lain seperti Amerika, Rusia, Australia, China, dan India. Cadangan terbukti batu bara Indonesia hanya mencakup 3,5% dari total cadangan di dunia. 

Mengapa-Cadangan-Batu-Bara-Tak-Bertambah-Meski-Produksi-Meroket
Mengapa Cadangan Batu Bara Tak Bertambah Meski Produksi Meroket

Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) mencatat cadangan batu bara saat ini berada di angka 37,6 miliar ton. Sementara untuk sumber dayanya sebesar 149 miliar ton. 

Lebih lanjut dirinya mengatakan akan mendorong investasi eksplorasi untuk menemukan cadangan-cadangan baru. Di mana persentase eksplorasi tahun ini sebesar 3,5% meningkat dibandingkan tahun lalu sebesar 3,14%. Dan tahun depan akan ditingkatkan lagi menjadi 6,2%.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bambang Gatot Ariyono mengatakan ini membuktikan bahwa cadangan batu bara yang dimiliki Indonesia tidak terlalu besar.

Baca Juga: Pemerintah Diminta Antisipasi Dampak Corona Pada Sektor Pertambangan Batu Bara

“Lebih cepat kenaikan produksi daripada penggunaan dalam negeri,” ungkap Bambang di Kantornya, Kamis, (12/03/2020).

“Investasi eksplorasi 2015-2020 ada kenaikan tapi tidak signifikan,” terangnya. 

Apa Kendala Dalam Melakukan Eksplorasi?

Ada tiga kendala melakukan eksplorasi yakni, pertama minimnya greenfield exploration. Solusi yang ditawarkan yakni mendukung eksplorasi oleh junior mining company, penugasan kepada BUMN atau swasta untuk melakukan eksplorasi pada wilayah baru. Serta review atas penilaian kompensasi data dan informasi (KDI) untuk wilayah tertentu. 

Kedua, terhambatnya kegiatan eksplorasi. Solusi yang ditawarkan singkronisasi kegiatan dengan sektor lain pada ruang yang sama, perjanjian kerjasama dengan KLHK. Serta kewajiban melakukan eksplorasi lanjutan setiap tahun dan penyediaan anggaran. 

Ketiga, penerapan tekhnologi informasi. Solusi yang ditawarkan pengelolaan data dan informasi oleh pemerintah dan regulasi untuk menjaga kerahasiaan data dan tata cara pemanfaatan data. 

“Nah kami harap dengan kebijakan ke depan agar ada kenaikan misalnya junior company datang lakukan eksplorasi. Kendalanya miminya kegiatan eksplorasi, terhambat kegiatan eksplorsi, tekhnologi informasi,” ungkapnya. 

Lebih lanjut dirinya menegaskan setiap perusahaan wajib menyediaan budget untuk eksplorasi. Jika perusahaan tidak menyediakan budget eksplorasi akan wilayahnya akan diciutkan.

“Sekarang prinsipnya perusahaan harus menyediakan biaya eksplorasi,” jelasnya.