Mendag Dianggap Ganggu Ekspor Batu Bara dan CPO

Mendag Dianggap Ganggu Ekspor Batu Bara dan CPO

Mendag-Dianggap-Ganggu-Ekspor-Batu-Bara-dan-CPO
Mendag Dianggap Ganggu Ekspor Batu Bara dan CPO

Dalam aturan ini, eksportir batu bara dan minyak kelapa sawit (CPO), importir beras, dan barang pengadaan pemerintah untuk menggunakan angkutan laut dan asuransi nasional.

Kewajiban penggunaan kapal nasional berlaku untuk penggunaan angkutan laut dengan kapasitas sampai dengan 15.000 deadweight tonnage (DWT).

Eksportir masih boleh mengirim barangnya menggunakan kapal asing jika volumenya di atas 15 ribu DWT.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto baru saja menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan No. 40 Tahun 2020 tentang Ketentuan Penggunaan Angkutan Laut Nasional dan Asuransi Nasional untuk Ekspor dan Impor Barang Tertentu.

Tetapi meski aturan kewajiban penggunaan kapal nasional hanya diberlakukan kepada angkutan dengan kapasitas sampai 15.000 DWT.

Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) tetap menilai ketentuan tersebut menghambat sebagian ekspor ke beberapa negara. 

APBI memperkirakan 5 persen ekspor batu bara akan terhambat jika diwajibkan menggunakan kapal nasional.

Untuk diketahui, produksi batu bara Indonesia pada 2019 mencapai 610 juta ton, sebanyak 472 juta ton di antaranya diekspor.

Maka 5 persen dari ekspor batu bara dalam setahun sekitar 23,6 juta ton.

Baca Juga: CPO Berjaya Disaat Batubara & Nikel Keok

“Secara volume diperkirakan tidak lebih dari 5 persen dari total ekspor kita. Ada ekspor thermal coal ke Singapura, Filipina, Myanmar, Vietnam, Malaysia, ada juga yang semisoft coking coal (non-thermal) yang ke Jepang. Aturan tersebut masih belum memenuhi aspirasi dari eksportir batu bara agar ekspor tidak terganggu dan tidak muncul beban biaya tambahan,” kata Direktur Eksekutif APBI Hendra Sinadia.

Ia menjelaskan, Permendag No.40/2020 bakal menimbulkan tambahan biaya tambahan bagi eksportir.

Sebab, selama ini ekspor batu bara menggunakan skema Free on Board (FOB). Biaya untuk asuransi ditanggung oleh pembeli di luar negeri.