Menanti Keajabaiban Tambang Emas Yang Berawal dari Mimpi

Hikayat tambang emas ini berawal saat seorang petani dan aktivis gereja bernama John Koyle bermimpi bertemu dengan dua misionaris yang lari ke rumahnya setelah dikejar-kejar oleh banyak orang.

Tambang emas ini didirikan karena mimpi seseorang dalam tidurnya dan hingga kini belum ada satupun emas yang bisa diambil dari sana.

Di kaki Pegunungan Wasatch, Utah, Amerika Serikat, terdapat sebuah tambang emas yang punya sejarah begitu unik.

Dua misionaris tersebut meminta Koyle untuk ikut kabur bersama mereka, tetapi Koyle menolak.

Orang-orang yang mengejar kedua misionaris kemudian tiba, namun seseorang perempuan memarahi mereka hingga akhirnya pergi. Koyle yang juga dikenal sebagai seorang peramal kemudian pun terbangun dari tidurnya.

Beberapa waktu kemudian, Koyle mengalami mimpi yang serupa, namun kali ini ia mengizinkan kedua misionaris yang datang untuk berlindung di rumahnya. Di lain waktu, ia juga bermimpi melihat logam berharga dalam jumlah besar ketika dua misionaris tersebut sedang menggali di sebuah area pertambangan.

Setelah mengalami mimpi-mimpi itu, Koyle kemudian merasa dirinya telah dikunjungi oleh melaikat dari surga yang menunjukkan keberadaan sembilan gua penuh harta karun peninggalan peradaban kuno. Koyle merasa diperintahkan untuk menggali gunung tersebut untuk mendapatkan harta yang akan membantunya bertahan dari bencana.

Tak lama kemudian, Koyle mulai menggali gunung yang dilihat dalam mimpinya. Dibantu lima rekannya, Koyle mengeksplorasi gunung dengan mendirikan perusahaan Koyle Mining yang sahamnya dilepas ke publik.

Baca juga: KPPU Gelar Investigasi Dugaan Kartel Nikel

Usaha Koyle sempat diragukan oleh pihak gereja. Apalagi, pihak gereja juga mendapat laporan dari seorang ahli geologi bahwa tambang tersebut tidak memiliki kandungan mineral berharga. Gereja menyarankan agar jangan ada uang yang diinvestasikan di tambang Koyle.

Antara gereja dan Koyle lalu terlibat pertentangan, namun Koyle tetap melanjutkan penggaliannya hingga ia meninggal dunia pada 1949. Para pengikutnya pun melanjutkan usaha penggalian hingga tahun 1960-an. Seluruh usaha penggalian sendiri baru berakhir saat ekskavator menemui batu kokoh yang tidak bisa dihancurkan.

Jika tidak ada emas atau logam berharga yang ditemukan, bagaimana perusahaan mendapatkan pemasukan sehingga bisa terus beroperasi? Ternyata, pemasukan didapat dari usaha selain tambang seperti sektor perkebunan buah dan penyewaan rumah.