Melirik Rencana Bisnis Indika Energy di Tengah Pandemi

Melirik Rencana Bisnis Indika Energy di Tengah Pandemi

Melirik-Rencana-Bisnis-Indika-Energy-di-Tengah-Pandemi
Melirik Rencana Bisnis Indika Energy di Tengah Pandemi

PT. Indika Energy Tbk (INDY) tetap optimistis terhadap prospek berbagai segmen bisnis yang dijalaninya di tahun ini walau ada sentimen negatif dari pandemi virus corona.

Head of Corporate Communication Leonardus Herwindo bilang, bisnis tambang batubara INDY yang dikelola lewat PT. Kideco Jaya Agung masih tetap berjalan normal dalam dua bulan terakhir. Produksi dan penjualan batubara pun masih terus dilakukan sesuai target.

Khusus produksi, tahun ini INDY berupaya mampu menghasilkan batubara sebanyak 30,95 juta ton.

“Kami juga fokus meningkatkan efisiensi dan produktivitas operasional perusahaan,” kata Leonardus, Senin (6/4).

Manajemen INDY juga telah menyiapkan dana sebesar US$ 146 juta sebagai belanja modal atau capital expenditure (capex) pada tahun ini.

Mayoritas capex akan digunakan untuk memperkuat bisnis anak usaha INDY di bidang konstruksi dan jasa pertambangan, PT. Petrosea Tbk (PTRO) yakni sebesar US$ 80,3 juta.

Di samping itu, INDY juga akan melanjutkan upaya diversifikasi bisnisnya pada tahun ini.

Terlebih, inisiatif-inisiatif untuk mendiversifikasikan usaha di sektor non batubara telah dilakukan INDY dalam dua tahun terakhir.

Misalnya dengan proyek pembangunan tangki penyimpanan atau fuel storage ataupun investasi di bisnis tambang emas Awak Mas.

Terlepas dari sentimen virus corona, Leonardus bilang, Indika Energy tetap menargetkan penyelesaian pembangunan fuel storage di Kariangau, Kalimantan Timur pada semester kedua tahun ini.

Baca Juga: Ekspor Batu Bara Kaltim Lesu

Tak hanya itu, proyek tambang emas Awak Mas di Sulawesi Selatan akan terus dilanjutkan oleh INDY.

Saat ini, tahapan studi kelayakan definitif atau Definitive Feasibility Study untuk proyek tersebut sudah selesai dilakukan.

Selanjutnya, INDY akan melaksanakan tahap Front End Engineering Design (FEED) sebagai persiapan menuju proses konstruksi fisik. Ditargetkan produksi emas dari tambang tersebut dapat dimulai pada akhir tahun 2022 mendatang.