Masih Tertekan, Harga Batu Bara Tak Beranjak

Harga Batu Bara
Masih Tertekan, Harga Batu Bara Tak Beranjak

Harga batu bara ditutup melemah pada perdagangan minggu lalu. Pada Jumat (13/12/2019) harga batu bara kontrak berjangka ICE Newcastle turun 1,33% ke level US $67/ton.

Untuk perdagangan hari ini, terdapat sentimen yang berpotensi memberatkan pergerakan harga batu bara. Di saat pemerintah China mulai membatasi impor batu bara di dua bulan terakhir tahun ini, produksi batu bara China malah meningkat.

Biro Statistik China mencatat output batu bara Negeri Panda bulan November 2019 naik 4,5 secara tahunan (yoy) menjadi 334 juta ton. Sementara untuk periode Januari-November output batu bara China naik 4,5% (yoy) menjadi 3,41 miliar ton.

Baca juga: Nasib Harga Emas Usai AS-China Kembali ‘Mesra’

Persediaan Batu Bara

Berdasarkan data Refinitiv, persediaan batu bara di pelabuhan utama China bagian utara yaitu Caofeidian, Qinhuagndao dan Jingtang berada di posisi 16,58 juta ton per 6 Desember lalu. Jumlah tersebut jauh lebih sedikit dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 17,5 juta ton.

Walaupun persediaan batu bara di berbagai pelabuhan di China menipis, impor batu bara China juga berkurang seiring dengan kebijakan pemerintah China memperketat impor batu bara akhir tahun. Sejak awal bulan tercatat mencapai 4,4 juta ton turun dari posisi tahun lalu yang mencapai 4,8 juta ton. Bagaimanapun juga penurunan ini belum terlihat signifikan.

Impor Batu Bara

Sementara itu impor batu bara Jepang dan Korea Selatan sejak awal bulan tercatat masing-masing 3,3 juta ton dan 2,1 juta ton. Jika dibanding periode yang sama tahun lalu maka jumlah tersebut lebih rendah.

Tahun lalu impor batu bara Jepang pada periode 10 hari pertama bulan Desember mencapai 4,5 juta ton. Sementara pada periode yang sama, Korea Selatan mengimpor batu bara sebanyak 3,1 juta ton.

Impor batu bara pada 10 hari pertama bulan Desember tahun ini mencapai 3,4 juta ton, menurun dibanding tahun lalu yang mencapai 5,2 juta ton.

Total persediaan batu bara di berbagai pembangkit listrik di India naik menjadi 28,3 juta ton atau setara dengan 17 hari penggunaan. Total persediaan tersebut setara dengan dua kali total persediaan tahun lalu yang hanya 14,4 juta ton saja.

Komoditas batu bara memang lesu tahun ini. Sejak awal tahun harga telah anjlok lebih dari 30%. Bahkan tren pelemahan harga batu bara masih mungkin berlanjut hingga tahun depan.