Masa Depan Pertambangan Batu Bara di Kalimantan Timur

Masa Depan Pertambangan Batu Bara di Kalimantan Timur

Masa-Depan-Pertambangan-Batu-Bara-di-Kalimantan-Timur
Masa Depan Pertambangan Batu Bara di Kalimantan Timur

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, dalam periode tahun 2019 hingga 2026 mendatang, terdapat delapan perusahaan dengan Perjanjian Karya Pengusahaan Batubara (PKP2B) Generasi I yang akan berakhir masa kontraknya.

Beberapa perusahaan yang termasuk di dalam kategori tersebut adalah berada di Kalimantan Timur (Kaltim).

Antara lain PT. Kaltim Prima Coal (KPC) yang masa berlaku PKP2B-nya akan habis pada 31 Desember 2021.

Perusahaan dengan luasan 84.938 ha ini berlokasi di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur.

Kemudian PT. Multi Harapan Utama (MHU) dengan luasan 39.972 ha yang pada 1 April 2022 kontraknya akan berakhir dan PT. Berau Coal di Kabupaten Berau dengan luasan 108.009 ha yang masa kontraknya akan habis pada 26 April 2025.

Satu lagi adalah PT. Kideco Jaya Agung dengan luasan 47.500 ha yang kontraknya hanya sampai 13 Maret 2023.

Selain tiga perusahaan tersebut, ada lagi perusahaan lainnya, yaitu PT. Tanito Harum yang kontraknya akan habis pada 14 Januari 2019, PT. Arutmin Indonesia yang kontraknya akan berakhir pada 1 November 2020, PT. Kendilo Coal Indonesia yang Perjanjiannya akan berlaku hingga 13 September 2021 dengan luasan 1.869 ha.

Selain itu, dalam daftar tersebut juga terdapat PT. Adaro Indonesia dengan luasan 31.380 ha yang masa kontraknya akan habis pada 1 Oktober 2022.

Baca Juga: 3 Sektor ini Dinilai Paling Siap di New Normal

“Pemerintah saat ini tengah menyusun konsep revisi keenam dari Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara. Dimana pemegang PKP2B boleh mengajukan perpanjangan kontrak paling cepat lima tahun atau paling lambat satu tahun sebelum kontrak berakhir,” demikian rilis Kementerian ESDM pada 14 November 2018 silam.