Masa Depan Energi Alternatif di Muka Bumi

Masa Depan Energi Alternatif di Muka Bumi

Masa Depan Energi Alternatif di Muka Bumi
Masa Depan Energi Alternatif di Muka Bumi

Sumber energi yang diambil dan dieksplorasi dari hasil bumi sangatlah terbatas.

Kondisi tersebut menyebabkan kita tidak boleh memanfaatkan sumber energi secara berlebihan?

Sumber energi sebenarnya terdiri dari berbagai jenis, namun sebagian besar sumber energi yang dimanfaatkan saat ini adalah energi yang tidak dapat terbarukan atan dipastikan akan habis.

Contohnya minyak bumi dan batu bara.

Sebagai sumber energi utama, minyak akan habis sewaktu-waktu. Selain minyak, ada gas alam, batu bara, dan nuklir.

Pemanfaatan sumber energi tidak boleh berlebihan karena sumber energi itu akan habis.

Selain itu, pemanfaatan energi yang berlebihan juga dapat merusak lingkungan.

Pemanasan global dan polusi udara yang kita alami saat ini disebabkan penggunaan kendaraan, mesin, dan listrik.

Benda-benda yang menunjang kehidupan kita itu, membakar energi yang bersumber dan minyak, gas, dan batu bara.

Untuk menggantikan energi yang habis dan kurang baik bagi lingkungan, perlu dikembangkan energi terbarukan.

Energi terbarukan adalah energi alami yang ada di sekitar kita. Contohnya adalah panas matahari, angin, panas bumi, dan air.

Energi alternatif ini adalah pengganti bahan bakar fosil yang digunakan selama ini.

Dilansir dari Encyclopaedia Britannica (2015), di awal abad 21, sekitar 80 persen energi yang ada di dunia dihasilkan dari bahan bakar fosil.

Bahan bakar fosil ini berupa batu bara, minyak bumi, dan gas alam. Ketiganya berasal dari makhluk hidup yang mati dan terkubur jutaan tahun lalu.

Bahan bakar fosil adalah energi yang tak terbarukan. Artinya, jumlahnya terbatas dan suatu saat bakal habis.

Baca Juga: Tesla Lirik Investasi Baterai Lithium di RI

Oleh karena itu, para ilmuwan mulai mencari sumber energi lainnya untuk dikembangkan sebelum bahan bakar fosil habis.

Berikut macam-macam bentuk energi alternatif.

  1. Matahari

Semua kehidupan di bumi bergantung pada sinar matahari. Tak hanya tumbuhan yang berfotosintesis, manusia pun bisa menghasilkan energi dari matahari.

Energi matahari diserap di Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Kini, banyak juga rumah yang mengandalkan matahari sebagai sumber listriknya dengan memasang panel surya.

Energi matahari tersedia di seluruh wilayah. Kekurangannya, energi ini hanya bisa didapatkan ketika langit cerah.

  1. Angin

Angin adalah udara yang bergerak. Pergerakannya ini bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi.

Di Belanda, kincir angin digunakan sebagai alat untuk menghasilkan listrik. Di Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), digunakan turbin.

  1. Air

Seperti halnya angin, air juga bisa menggerakkan kincir atau turbin air. Di Indonesia yang merupakan negara kepulauan, air yang mengalir juga banyak ditemukan.

Contohnya air terjun yang diolah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Selain air terjun, ada juga arus sungai, ombak, dan pasang surut laut yang mampu menghasilkan listrik.

  1. Panas Bumi

Panas bumi atau geotermal juga bisa dimanfaatkan untuk membangkitkan listrik. Panas dari dalam bumi menghasilkan uap yang kencang.

Uap ini diolah di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB).