Market Global: Wall Street dan Bursa Eropa Melesat, Harga Emas Melorot

Menurut Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross, ada kemajuan terkait detil kesepakatan. Perundingan perdagangan dilanjutkan via telepon pada Jumat karena kedua belah pihak menginginkan terciptanya pakta kesepakatan fase satu.

Pasar saham dari Tokyo hingga indeks utama di Eropa dan Amerika langsung mendaki akibat pernyataan dari pejabat Gedung Putih, setelah sebelumnya Presiden Donald Trump menghempaskan harapan tersebut.

Harga minyak dan pasar saham global mencatatkan reli pada transaksi Jumat (15/11) lalu. Sejumlah indeks acuan utama AS bahkan mencatatkan rekor tertinggi seiring optimisme baru kesepakatan dagang antara AS dengan China.

Baca juga: Pabrik Lithium Senilai Rp 44 T Segera Beroperasi

Hal ini juga didukung oleh pernyataan Larry Kudrow, penasehat ekonomi Gedung Putih, yang bilang bahwa perundingan dengan Beijing mengarah pada kesepakatan yang konstruktif untuk mengakhiri ketegangan. “Kita semakin dekat,” kata Kudrow.

Berikut rangkuman pergerakan di market pada akhir pekan lalu:

  • Indeks MSCI global naik 0,76% dan indeks emerging market naik 0,67%
  • Di Eropa, STOX 600 indeks ditutup naik 0,4%, mendekati level tertinggi dalam empat tahun terakhir. FTSEurofirst 300 indekx naik 0,33%
  • Di Wall Street, indeks S&P 500 membukukan kenaikan untuk enam pekan beruntun dalam reli uang sudah mendongkrak indeks sebesar 8% sejak awal Oktober
  • Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,8% menjadi 28.004,89, indeks S&P 500 naik 0,77% menjadi 3.120,46 dan indeks Nasdaq Composite naik 0,73% menjadi 8.540,83
  • Harga emas turun setelah investor menjauhi aset-aset safe haven. Harga kontrak berjangka emas turun 0,3% menjadi US$ 1.468,50 per troy ounce
  • Indeks dollar turun 0,17%, dengan euro menguat 0,28% menjadi US$ 1,1052 dan yen melemah 0,36% menjadi 108,82 per dollar
  • Harga kontrak minyak berjangka naik hampir 2%. Harga minyak Brent naik US$ 1,02 ke posisi US$ 63,30 per barel dan harga minyak WTI naik 95 sen ke US$ 57,72 per barel