Mantab! Tingginya Investasi China Bikin Indonesia Panen Cuan

Must read

Investasi yang  semakin tinggi dari China dalam beberapa tahun belakangan ini membuat Indonesia menuai cuan yang besar di berbagai sektor, termasuk di industri batu bara.

Menurut Peneliti Tambang dan Energi Auriga Widya Kartika, China adalah investor terbesar di Indonesia berdasarkan rilis realisasi investasi kuartal 2019 milik Badan Koordinasi Penanaman Modal. 

Trennya pun meningkat signifikan dalam lima tahun terakhir. Dalam periode 2015-2019, Negeri Panda tersebut telah menggelontorkan investasi senilai US$ 13,8 miliar.

“Tren investasi Cina di Indonesia naik signifikan lima tahun terakhir, terutama saat Presiden Joko Widodo terlibat dalam proyek OBOR (One Belt One Road) Cina atau BRI Project,” kata Widya pada Rabu (12/5/2021).

Selain itu, trennya pun mulai mengalami peningkatan yang signifikan. Tercatat, tahun 2015, negeri tirai bambu berinvestasi sebesar US$ 0,6 miliar di Indonesia. Angka itu naik drastis pada tahun 2016, sebesar US$ 2,7 miliar, dan kembali naik menjadi US$ 3,4 miliar pada tahun 2017. 

Kendati demikian, angka itu sempat menurun di US$ 2,4 miliar pada tahun 2018, namun naik hampir dua kali lipat tahun berikutnya sebesar US$ 4,7 miliar.

Widya menilai, China tengah melirik proyek strategis seperti infrastruktur, tambang, manufaktur, hingga pembangunan smelter.

Bahkan, pada tahun 2014 lalu, pendanaan Cina di proyek strategis nasional terus meningkat. Salah satu proyek pionir yang dibiayai Tiongkok adalah proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sepanjang 142,3 kilometer.

Program ini merupakan strategi pembangunan pemerintah China yang berfokus pada konektivitas dan kerja sama antarnegara yang juga diinisiasi oleh OBOR (One Belt One Road).

Berdasarkan data olahan Auriga, porsi penanaman modal negeri tirai bambu terbesar di sektor energi (batu bara dan pembangkit listrik batu bara), sebesar Rp1,5 triliun. Sektor kedua terbesar adalah kawasan Rp637,600 miliar. Kemudian disusul jalan dan jembatan Rp598,700 miliar dan kereta Rp 522,400 miliar.

Menyikapi nilai investasi di sektor energi tersebut, Widya mengatakan Indonesia perlu waspada karena negara tersebut dikenal buruk dalam pengelolaan lingkungan dan hak asasi manusia. 

Baca Juga : Di Balik Alasan China Berinvestasi di Tambang Batu Bara Indonesia

“Berdasarkan catatan dari KPK, memang mereka menghimbau dan menyarankan berhati-hati karena Cina terkenal dengan buruknya tata kelola, terutama dalam HAM dan lingkungan,” tandasnya.

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article