Manfaat Omnibus Law Untuk Bisnis Batu Bara

Manfaat Omnibus Law Untuk Bisnis Batu Bara

Manfaat Omnibus Law Untuk Bisnis Batu Bara
Manfaat Omnibus Law Untuk Bisnis Batu Bara

Pasca disahkannya Undang-undang Cipta Kerja, Indonesia segera menyongsong era baru industri pertambangan.

Peningkatan nilai tambah pada produk pertambangan, terutama batu bara akan menjadi fokus yang ingin dicapai pemerintah.

Dengan UU tersebut, bahan baku akan menjadi lebih kompetitif dan investasi akan berjalan.

Pemerintah melalui Menteri ESDM Arifin Tasrif menyampaikan hal tersebut dalam teleconference tentang Omnibus Law Cipta Kerja di Jakarta, Rabu (7/10/2020).

“Terkait dengan sub klaster mineral dan batu bara dalam Undang-undang Cipta Kerja itu bisa disampaikan di sini bahwa diberikan perlakuan tertentu terhadap penerimaan negara untuk kegiatan peningkatan nilai tambah batu bara yaitu diberikan royalti sebesar 0% intinya adalah bagaimana bahan baku bisa kompetitif dan kemudian investasi bisa dilaksanakan, kemudian tenaga kerja bisa terserap dan memiliki nilai kompetitif,” paparnya.

Arifin menuturkan undang-undang Cipta Kerja diharapkan dapat menarik investasi. Serta, meningkatkan nilai tambah dan menyerap tenaga kerja.

“Intinya adalah bagaimana bisa memudahkan investasi serta meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam yang ada, supaya investasi bisa masuk dan bisa menyerap tenaga kerja,” ujarnya.

Baca Juga: Limbah Karet Disulap Jadi Energi Nabati

Meski begitu, tak semua sektor ESDM masuk ke Undang-undang Cipta Kerja. Beberapa sektor masih diatur dalam aturan yang lama.

“Tapi di luar itu semuanya kita masih mengacu pada undang-undang yang lama di antaranya Undang-undang Migas dan Undang-undang Minerba yang beberapa waktu lalu sudah disahkan,” terangnya.