Manajemen Risiko Petrosea

Manajemen Risiko Petrosea
Manajemen Risiko Petrosea

Kegiatan usaha Petrosea (PTRO) membutuhkan pemahaman terhadap berbagai risiko bisnis. Oleh karena itu, Petrosea berkomitmen untuk memastikan bahwa sistem manajemen risiko yang memadai merupakan bagian integral dari seluruh aspek aktivitas usaha Perusahaan.

Petrosea mengadopsi pendekatan yang konsisten dan terstruktur untuk manajemen risiko, yang menyelaraskan strategi, proses dan teknologi dengan pengetahuan dalam menilai dan mengelola berbagai potensi risiko yang dihadapi Perusahaan dalam menciptakan nilai bagi para pemangku kepentingan.

Manajemen risiko Petrosea dikelola dan diawasi oleh Komite RIMC dengan proses dan kerangka kerja sebagai berikut:

  1. Identifikasi – mengidentifikasi risiko dengan jelas.
  2. Analisis – kemungkinan dan konsekuensinya.
  3. Penilaian – tingkat risiko.
  4. Perlakuan – rencana pengelolaan risiko.
  5. Mengawasi dan Tinjauan – memeriksa ketepatan langkah yang diambil.

Proses tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa Perusahaan mengelola risiko dan peluang dengan benar. Tinjauan atas Efektivitas Sistem Manajemen Risiko.

Pemahaman dan pengelolaan risiko memungkinkan Petrosea untuk memberikan kepastian yang lebih besar bagi pemegang saham, karyawan dan pelanggan serta komunitas di mana Perusahaan beroperasi.

Secara umum, tanggung jawab untuk terlibat dalam pengelolaan risiko yang efektif di dalam Petrosea terletak pada masing-masing karyawan. Seluruh karyawan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa kebijakan dan prosedur Perusahaan terkait pengelolaan risiko dilaksanakan dan dipatuhi.

Baca juga: Limbah Tambang, Netralkan Senyawa Logam Beracun untuk Tanaman

Petrosea juga berkomitmen untuk terus memperbaiki proses dan hasil pengelolaan risiko melalui proses peninjauan dan melalui apa yang dipelajarinya dari pengalaman.

Dewan Komisaris dan Direksi bertanggung jawab untuk melaksanakan dan memastikan bahwa manajemen risiko dilaksanakan di setiap unit usaha Perusahaan. Komite RIMC serta unit Audit Internal dalam hal ini memiliki peran dan kontribusi untuk memberikan kajian menyeluruh terhadap identifikasi atas seluruh risiko dan rekomendasi penyelesaiannya berdasarkan prioritas yang diselaraskan dengan strategi dan tujuan Perusahaan.

Seluruh rekomendasi penyelesaian dan perbaikan atas risiko telah teridentifikasi dan dilaksanakan, terutama untuk risiko yang tinggi dan pengendalian yang kurang memadai.

Pada tahun 2017, seluruh risiko telah dinilai dan dikelola dalam satu kerangka kerja untuk dimasukkan ke dalam sistem dan proses bisnis penting Petrosea. Dengan demikian, sebelum sebuah kejadian yang dapat mempengaruhi Perusahaan untuk mencapai tujuannya terjadi, risiko tersebut telah diidentifikasi dan dikelola secara konsisten.

Guna mendukung pelaksanaan manajemen risiko, maka di tahun 2017 Perusahaan telah melakukan aktivitas sebagai berikut:

  1. Unit Audit Internal melakukan audit untuk menilai secara lebih luas efektivitas sistem manajemen risiko Perusahaan.
  2. Quality Assurance juga melakukan pemeriksaan untuk memastikan setiap proyek memiliki daftar risiko (risk register) serta dilakukan pembaruan secara rutin.

Berdasarkan penerapan sistem manajemen risiko, risiko strategis yang dihadapi Petrosea pada tahun 2017, adalah sebagai berikut:

  1. Risiko Strategis Risiko strategis berkaitan dengan rencana dan strategi bisnis di Perusahaan yang akan datang, termasuk risiko yang terkait dengan lingkungan makro global di tempat Petrosea beroperasi dan memasukkan kegiatan restrukturisasi, ancaman persaingan dan kebijakan publik.
  2. Risiko Operasional Risiko operasional berkaitan dengan risiko yang timbul dari sistem, proses, orang dan kejadian eksternal yang mempengaruhi operasi bisnis Petrosea.
  3. Risiko Hukum & Kepatuhan Risiko hukum dan kepatuhan berkaitan dengan risiko yang timbul dari proses hukum dan kepatuhan terhadap kebijakan dan prosedur integritas, termasuk yang berkaitan dengan pelaporan keuangan, kesehatan dan keselamatan lingkungan serta tindakan pemerintah dan peraturan peraturan dan perundang-undangan.

Risiko yang diidentifikasi melalui sistem manajemen risiko diprioritaskan dan berdasarkan pada probabilitas dan dampak risikonya yang di eskalasikan untuk ditangani. Risiko-risiko tersebut termasuk risiko utama tersebut di atas dibahas dan tanggung jawab mitigasi diberikan kepada pemimpin bisnis atau fungsional dengan ulasan triwulanan. Berdasarkan pada sifat risiko yang terlibat dan bisnis atau fungsi tertentu yang terkena dampak, Petrosea menggunakan berbagai strategi mitigasi risiko, termasuk pendelegasian wewenang standarisasi proses dan tinjauan perencanaan strategis, ulasan operasi dan asuransi.