Mahasiswa ITS Gagas Thorium Sebagai Bahan Bakar PLTN

Must read

Mahasiswa ITS Gagas Thorium Sebagai Bahan Bakar PLTN
Mahasiswa ITS Gagas Thorium Sebagai Bahan Bakar PLTN

Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang tergabung dalam Tim Inventor membuat inovasi dengan memanfaatkan Thorium sebagai bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Dengan begitu, Thorium sendiri dijadikan sebagai bahan bakar alternatif sumber energi terbaru.

Bermula dari krisis energi bersih terbarukan (Nol karbon) dan perubahan iklim dunia yang ditandai dengan Global Temperature Rise, tren pembangunan energi terbarukan sangat berkembang belakangan ini.

Presiden Jokowi pun pernah menyampaikan Indonesia akan turut ambil bagian mengurangi jumlah emisi gas karbon, Caranya dengan mengembangkan sektor energi baru dan terbarukan (EBT).

Thorium dapat menjadi sumber energi yang bersih, terbarukan, serta lebih aman untuk bahan bakar PLTN dibandingkan dengan energi dari batubara, gas alam, dan biomassa.

Berdasarkan hasil analisis, Thorium dapat menggantikan Uranium. Efisiensi konversinya menjadi energi listrik sendiri dapat mencapai 50 persen, lebih efisien jika dibandingkan Uranium yang hanya 30 persen.

Bahkan, Nilai tersebut merupakan yang terbesar dibandingkan energi pembangkit listrik lainnya sehingga menghasilkan limbah padat radioaktif yang lebih sedikit.

Reaktor PLTN memanfaatkan reaksi fisi dari senyawa radioaktif yang menghasilkan steam sebagai penggerak turbin untuk produksi listrik.

Thorium lebih aman karena reaksi fisinya tidak membentuk senyawa yang berpotensi disalahgunakan untuk bom nuklir.

Cadangan uranium sebagai bahan bakar di Indonesia relatif kecil sehingga tidak bisa digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN), seperti beberapa negara di dunia. Penggunaannya sendiri berkenaan dengan melimpahnya cadangan Thorium di Indonesia.

Baca Juga: Emas Antam Kamis Ini Naik Level Rp 965.000/gram

Hasil eksplorasi yang dilakukan Pusat Sumber Daya Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan adanya cadangan Monasit (Mineral yang mengandung Thorium) terbesar di daerah Kepulauan Bangka Belitung. Kadar Thorium sangat besar, berkisar antara 62,9 – 85,7 ppm per gram.

Melihat potensi tersebut, diusulkan pendirian PLTN di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan memperhatikan beberapa aspek. Berkaitan dengan aspek geologis, daerah tersebut relatif aman dari gempa dan tsunami.

Selain itu, terdapat pasokan air yang cukup untuk sistem utilitas PLTN karena dekat dengan perairan Natuna dan laut Jawa. Hal ini berkaitan dengan on-line processing Monasit menjadi Thorium Oksida.

Atas inovasi Thorium sebagai bahan bakar PLTN, mahasiswa ITS, Michael, Kenny Santoso dan, Brian Setiawan, berhasil menyabet medali emas pada ajang National Applied Science Project Olympiad (NASPO) dalam bidang Renewable Energy beberapa waktu lalu.

Berkat prestasi yang diraih, Tim Inventor dibiayai penuh untuk berpartisipasi di salah satu gelaran World Invention Competition and Exhibition (WICE) 2021 yang diadakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA).

2 COMMENTS

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article