Luhut: Masih Banyak Ruang Investasi dan Kerja Sama Indonesia-Tanzania

Investasi dan Kerja Sama Indonesia-Tanzania
Luhut: Masih Banyak Ruang Investasi dan Kerja Sama Indonesia-Tanzania

Investasi dan Kerja Sama Indonesia-Tanzania – Usai mengunjungi Uni Emirat Arab, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Panjaitan melanjutkan lawatan luar negeri ke Tanzania guna mendorong kerja sama di berbagai sektor, seperti infrastruktur, energi, dan pertambangan.

Luhut juga membahas kerja sama ekonomi lainnya di mana Tanzania adalah pendukung pembentukan Prefential Trade Agreement RI – EAC.

Menko Luhut juga mengucapkan terima kasih kepada Tanzania atas dukungannya dalam pembentukan dan partisipasinya dalam Indonesia – Africa Infrastructure Dialogue (IAID) yang dilangsungkan di Bali pada 20 -21 Agustus 2019 lalu.

Dia menuturkan bahwa di sela-sela IAID, delegasi Indonesia dan Tanzania menandatangani Perjanjian Kerangka Kerja tentang Pembangunan Terminal Cair Massal Zanzibar, dan dapat diperluas ke pembangunan pelabuhan peti kemas dengan nilai US $190 juta.

Sejak itu, kata Luhut, PT WIKA dan Indonesia Eximbank telah mengadakan sejumlah pertemuan dengan rekan-rekan mereka di Tanzania, untuk membahas teknis proyek, termasuk persiapan studi kelayakan dan skema pembiayaan, semoga pemerintah Tanzania mendukung kerja sama ini.

Lebih lanjut, dia juga menyambut baik kerja sama potensial dalam pembangunan hotel bintang lima di Dodoma antara BUMN Indonesia, dengan Commonwealth Parliamentary Association (CPA) dengan nilai US $33 Juta.

Baca juga artikel terntang Investasi dan Kerja Sama Indonesia-Tanzania: Sektor Pertambangan Masih Sempoyongan Tahun 2020

Investasi dan Kerja Sama Indonesia-Tanzania

Dalam pertemuan tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama dalam sejumlah proyek infrastruktur di Dodoma antara PT. WIKA dan SUMA JKT yang langsung disaksikan oleh Menko Luhut beserta anggota Satgas Infrastruktur RI untuk Afrika.

Kemudian di sektor energi dan pertambangan, Luhut mengatakan, pada bulan November 2019 ini telah ada diskusi berkelanjutan antara TIMAH dan STAMICO (Perusahaan Tambang Negara) Tanzania.

Mengenai kerja sama pertambangan untuk mineral yaitu, emas, fosfat dan timah. TIMAH telah mengirim Letter of Intent ke STAMICO serta draft awal Nota Kesepahaman untuk kerja sama antara kedua pihak. BUMN Indonesia lainnya, Pertamina, yang telah membeli saham mayoritas Maurel & Prom termasuk operasinya untuk produksi gas di Tanzania sejak 2017. Pertamina, melalui operasinya oleh Maurel & Prom berharap untuk meningkatkan produksinya di Tanzania.

Kemudian, dalam pertemuan dengan Minister of Works, Transport and Communications Isack Mawelwe, Luhut menyatakan masih banyak ruang untuk meningkatkan kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Tanzania.

Dia juga memaparkan salah satu cara efektif untuk merangsang perdagangan kedua negara adalah mengurangi hambatan perdagangan tarif melalui pembentukan Perjanjian Perdagangan Preferensial (PTA).

Sejak 2017, Indonesia telah mengusulkan untuk membuat Perjanjian Perdagangan Preferensial (PTA) antara Indonesia dan EAC. Dukungan Tanzania akan sangat berarti, khususnya untuk menugaskan pejabat masing-masing untuk mengadakan diskusi pendahuluan tentang masalah ini.

Kunjungan kerja kali ini juga menghasilkan kesepakatan pertemuan lanjutan dialog antara Tanzania-Indonesia pada Februari 2020 untuk memperkuat kerja sama dalam bidang ekonomi.