Luhut Ingin Sulap Sampah Jadi Energi Pengganti Batu Bara

Luhut Ingin Sulap Sampah Jadi Energi Pengganti Batu Bara

Luhut-Ingin-Sulap-Sampah-Jadi-Energi-Pengganti-Batu-Bara
Luhut Ingin Sulap Sampah Jadi Energi Pengganti Batu Bara

Pemerintah terus mengembangkan inovasi mencari sumber energi terbarukan menggantikan energi fosil yang selama ini menjadi penopang industri dalam negeri.

Pemerintah mencoba menciptakan teknologi yang mampu mengelola sampah menjadi energi baru terbarukan atau EBT.

Energi yang dihasilkan dari pemanfaatan sampah itu bisa menggantikan batu bara. 

Salah satu teknologi pengelolaan sampah yaitu Refuse-derived Fuel (RDF). 

Teknologi tersebut mengelola sampah melalui proses homogenizers menjadi ukuran/butiran kecil (pellet).

Pemerintah telah membangun fasilitas RDF pertama di Cilacap. Proyek tersebut merupakan kerja sama antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 

Kerja sama tersebut juga menggandeng Kedutaan Besar Denmark – DANIDA, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Cilacap, dan PT. Solusi Bangun Indonesia (dahulu PT. Holcim).

Untuk membangun fasilitas RDF dibutuhkan nilai investasi sebesar Rp. 90 miliar.

Fasilitas pengolahan sampah itu dioperasikan Pemerintah Kabupaten Cilacap bekerja sama dengan PT. Solusi Bangun Indonesia. 

Baca Juga: Keberadaan Logam Tanah Jarang di Indonesia

Fasilitas tersebut bisa mengelola 120 ton sampah per hari menjadi kurang lebih 50 ton RDF yang diumpankan ke PT. Solusi Bangun Indonesia sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara.