Listrik Untuk Smelter

Listrik Untuk Smelter

"<yoastmark

Sebagai upaya peningkatan nilai jual hasil pertambangan, Pemerintah menghendaki perusahaan pertambangan untuk membangun sebuah smelter.

Pembangunan smelter ditujukan untuk pengelolahan lebih lanjut dari hasil pertambangan. Sehingga tidak dijual hanya dalam bentuk material kasar.

Setali tiga uang pembangunan smelter mengisyaratkan kebutuhan listrik yang tinggi guna mengaliri listrik pada pabrik smelter.

Pemerintah juga menganjurkan pembangunan pembangkit listrik sebagaiman diwajibkan dalam Revisi UU Minerba teranyar.

Dalam Revisi UU Minerba yang baru disahkan DPR pada 12 Mei 2020 lalu, perusahaan tambang diharuskan mengolah logamnya melalui pemurnian dalam negeri di Indonesia.

Proses itu membutuhkan energi yang besar sehingga akan lebih masuk akal jika membangun sendiri pembangkit untuk memasok listrik ke smelter mereka sehingga bisa menekan ongkos produksi. 

Secara kalkulatif kebutuhan listrik bagi fasilitas pemurnian mineral tambang (smelter) sebanyak 4,798 gigawatt (GW).

Baca Juga: Pengalaman Rekayasa Dan Konstruksi Petrosea

Pasalnya, kebutuhan listrik sebesar itu tidak cukup apabila hanya dipenuhi oleh PT. PLN (Persero).

Sampai tahun 2023, Pemerintah mentargetkan pembangunan 52 smelter yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.