Limbah Karet Disulap Jadi Energi Nabati

Limbah Karet Disulap Jadi Energi Nabati

Limbah Karet Disulap Jadi Energi Nabati
Limbah Karet Disulap Jadi Energi Nabati

Pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Asosiasi Perusahaan Ban Indonesia (APBI) bakal memanfaatkan karet menjadi bahan bakar nabati.

Hal itu dilakukan untuk mendukung industri berbasis karet alam. Untuk merealisasikan itu diperlukan dukungan pemerintah.

Industri karet sejauh ini hanya memanfaatkan latex yang dihasilkan dari tanaman karet. Sementara bijinya hanya menjadi limbah. Padahal itu bisa diolah menjadi bahan bakar.

Biji karet masih belum dimanfaatkan dan dibuang sebagai limbah padahal dapat dimanfaatkan menjadi bahan bakar nabati yang potensial untuk di kembangkan secara teknis maupun keekonomiannya.

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil karet terbesar di dunia dengan total produksi pada 2019 mencapai 3,55 juta ton, dan luas seluruh area perkebunan karet di Indonesia mencapai 3,4 juta hektar.

Produksi karet nasional (lateks) dalam 5 tahun terakhir cukup besar, yaitu di atas 3,3 juta ton. Sedangkan, untuk harga karet dalam 5 tahun terakhir terus mengalami tekanan pada level yang dinilai tidak remunerative bagi produsen.

Selain itu, daya serap karet (lateks) untuk industri ban hanya 70% dari konsumsi karet alam nasional.

Baca Juga: UU Cipta Kerja Angin Segar Hilirisasi

Atas dasar itu harus dicarikan solusi karena petani mengalami kesulitan dalam menjual maupun meningkatkan harga karet.

Agar petani tidak tambah rugi maka harus ada upaya lain untuk meningkatkan ketahanan para petani melalui pemanfaatan karet dan biji karet sebagai bahan baku bahan bakar nabati selain kelapa sawit.