Limbah Batu Bara PLTU Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

Limbah Batu Bara PLTU Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

Limbah Batu Bara PLTU Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
Limbah Batu Bara PLTU Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

Inovasi pemanfaatan limbah batu bara PLTU terus mengalami perkembangan.

Riset dan pengembangan yang tidak pernah berhenti yang dilakukan oleh Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ropa di Ende, Flores Nusa Tenggara Timur (NTT) membawa hasil berupa pemanfaatan limbah batu bara yang mampu meningkatan ekonomi masyarakat.

Kegiatan positif yang membantu peningkatan pemasukan ekonomi tersebut diharapkan mendapat dukungan dari stakehokders terkait dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ende dan Bupati Ende.

PT. PLN berharap ada sebuah MoU  yang berangkat Pemda Ende ke Kementerian Lingkungan Hidup.

Berikutnya Pemda Ende melalui Bumdes dan BUMD dapat bekerja sama dengan PLN UPK Flores membuat Batako.

PLN UPK Flores sendiri sudah membangun pabrik dan menyediakan mesin pembuatan batako dari limbah batu bara.

Kemampuan produksi bisa mencapai 10.000 per hari. Saat ini sudah dicetak untuk uji coba 4.500 buah, terdiri dari batako, paving block, kanstine pembatas jalan.

Sinergi antara PLN dan Pemda yang diinisiasi UPK Flores ini akan menjadi role model untuk seluruh Indonesia dengan visi ‘Dari Flores untuk Indonesia’.

PLN UPK Flores telah melakukan uji coba untuk membuat bata interlock, paving block telah diuji di laboratorium (Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan dinyatakan memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Hasil uji ini merupakan syarat izin pemanfaatan limbah dari Kementerian Lingkungan Hidup yang sedang dalam tahap finalisasi.

Demikian ditegaskan oleh Manager PT. PLN (Persero) UPK Flores, Lambo.

Baca Juga: Kebutuhan Batu Bara PLTU Berkurang

Lambo menjelaskan, mengacu pada undang-undang nomor 32 Tahun 2009, pengolahan limbah batu bara dalam hal ini Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) hanya ada tiga yakni landfill, pengangkutan dan pemanfaatan.