Laba Perusahaan Alat Berat Terjun Bebas

Laba Perusahaan Alat Berat Terjun Bebas

Laba Perusahaan Alat Berat Terjun Bebas
Laba Perusahaan Alat Berat Terjun Bebas

Amerika Serikat akhirnya resmi mengalami resesi lagi dalam lebih dari 1 dekade terakhir.

Tidak sekedar resesi, tapi perekonomian Negeri Adikuasa benar-benar hancur lebur di kuartal II-2020. Penyebabnya, tentu saja virus corona. 

Produsen alat berat Caterpillar Inc. melaporkan penurunan laba bersih hingga 70,3% year on year (YoY) pada akhir kuartal kedua tahun ini.

Laba bersih perusahaan menjadi senilai 84 sen/saham. Sedangkan untuk pendapatan per saham diperkirakan analis senilai 68 sen/saham.

Laba bersih ini turun tajam akibat resesi ekonomi Amerika Serikat yang dipicu oleh pandemi Covid-19.

Hal ini menyebabkan pembeli menjadi waspada untuk melakukan pembelian dalam jumlah besar.

Pendapatan perusahaan tercatat turun 31% YoY menjadi US$ 10 miliar (Rp. 146 triliiun, asumsi kurs Rp. 14.600/US$).

Penurunan ini disebabkan karena turunnya penjualan di semua wilayah dan tiga segmen bisnis utama Caterpillar, yakni; Konstruksi, pertambangan, serta energi dan transportasi.

Baca Juga: Harga Sejumlah Komoditas Pertambangan Mulai Naik

Kinerja perusahaan ini akan sangat dipengaruhi oleh ketidakpastian ekonomi global karena pandemi.

Meskipun demikian, produsen alat berat sejauh ini masih dianggap sebagai salah satu penentu bagi kegiatan ekonomi.