Kurangi Impor LPG, Pemerintah Dorong Gasifikasi Batubara

Program gasifikasi batubara atau coal to Dimethyl Ether (DME) akan terus didorong oleh Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam meningkatkan nilai tambah batubara.

Kurangi-Impor-LPG-Pemerintah-Dorong-Gasifikasi-Batubara
Kurangi Impor LPG, Pemerintah Dorong Gasifikasi Batubara

Bahkan, program DME ini telah dimasukan sebagai prioritas utama investasi minerba dalam lima tahun ke depan guna menggenjot multiplier effect bagi perekonomian nasional.

Baca Juga : Program Gasifikasi, Berapa Harga Batu Bara untuk Bahan Baku?

“Program DME ini bisa meningkatkan nilai tambah batubara serta mengurangi impor Liquefied Petroleum Gas (LPG),” kata Menteri ESDM Arifin Tasrif dilansir dari laman Setkab, Minggu (2/2/2020).

Terhitung hingga tiga tahun ke depan, jelas Arifin, Pemerintah tengah menyiapkan kajian finansial, teknis dan non-teknis, pedoman pemanfaatan serta regulasi pengusahaan gasifikasi.

Kurangi-Impor-LPG-Pemerintah-Dorong-Gasifikasi-Batubara
Kurangi Impor LPG, Pemerintah Dorong Gasifikasi Batubara

“Kami memfokuskan pada pemegang Perjanjian Karya Pertambangan Batubara (PKP2B) Generasi Pertama,” tegasnya.

Saat ini, terdapat delapan perusahaan pemegang PKP2B, yakni :

  1. PT Berau Coal
  2. PT Arutmin Indonesia
  3. PT Adaro Indonesia
  4. PT Indominco Mandiri
  5. PT Kaltim Prima Coal
  6. PT Kendilo Coal
  7. PT Kideco Jaya Agung
  8. PT Multi Harapan Utama.