Kucuran Rupiah Demi Proyek Tambang Bawah Tanah

Kucuran Rupiah Demi Proyek Tambang Bawah Tanah

Kucuran Rupiah Demi Proyek Tambang Bawah Tanah
Kucuran Rupiah Demi Proyek Tambang Bawah Tanah

PT. Freeport Indonesia (PTFI) mulai mengatur ulang strategi pertambangan emas.

Pasalnya diproyeksikan metode tambang terbuka tidak lagi efisien dalam menambang emas di Grasberg.

Freeport sedang mempersiapkan pengembangan tambang bawah tanah (undergeound mine) Grasberg. Sebagai ganti tambang terbuka (open pit) pada pegunungan Grasberg. 

Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas menyatakan, saat ini kapasitas produksi perusahaan hanya mampu menghasilkan 60 persen dari kondisi normal.

Sebab cadangan di open pit sudah mulai berkurang dan hanya mengeluarkan dari simpanan cadangan.

“Saya pikir rencana produksi kita disekitar 800 juta pound tembaga dan 800.000 ounce emas,” katanya, dalam diskusi virtual.

Kendati demikian, Tony memastikan, pihak Freeport akan meningkatkan produksi pada tahun depan, setelah pandemi Covid-19 mereda.

Selain itu juga sudah melalui dengan penerapan sistem penambangan yang dilakukan di underground mine Grasberg. 

Demi merealisasikan metode pertambangan bawah tanah tersebut, tahun ini PTFI merogoh kocek untuk mempersiapkan dana sebesar 1,3 miliar dollar AS atau Rp. 19,1 triliun (asumsi kurs Rp. 14.700 per dollar AS) untuk pengembangan underground mine. 

“Pada tahun depan kami yakin target kami naik dan kami yakin ini bisa tercapai. Tahun depan kami akan memproduksi 1,4 miliar pound tembaga dan 1,4 juta ounces emas,” ujar Tony.

Baca Juga: China-India Perketat Impor Batu Bara

Pada kesempatan yang sama, Tony membeberkan, pihaknya melakukan berbagai bentuk efisiensi operasional guna menjaga kesehatan arus kas perusahaan di tengah wabah pandemi Covid-19 yang masih terus mengalami lonjakan kasus positif baru di seluruh dunia. Juga menghadapi kekhawatiran terhadap resesi ekonomi.

Ia menyebutkan, efisiensi yang dilakukan telah menghemat anggaran investasi perusahaan hingga ratusan juta dollar AS. “Tentu ini adalah bagian yang biasa dilakukan korporasi,” ucapnya.