Kuartal I-2020, DMO Batu Bara Baru Capai 20%

DMO Batu Bara Baru Capai 20%

DMO-Batu-Bara-Baru-Capai-20%
DMO Batu Bara Baru Capai 20%

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Komunikasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi menyampaikan, realisasi Domestic Market Obligation (DMO) hingga kuartal I-2020 mencapai 31,53 juta ton atau 20 persen dari target DMO tahun 2020.

Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) optimistis seluruh kebutuhan Batu Bara dalam negeri akan terpenuhi dari produksi nasional.

Meskipun terdapat penurunan permintaan sebagai dampak melambatnya pengoperasian industri akibat pandemi global COVID-19.

“Adanya pandemi COVID-19 memang membuat permintaan Batu Bara dari industri turun. Tapi, realisasi tersebut sudah bisa menutupi kebutuhan domestik,” kata Agung.

Realisasi DMO Batu Bara tersebut, rinci Agung, terdiri atas penyediaan tenaga listrik (Perusahaan Listrik Negara/PLN) sebesar 25,6 juta ton.

Adapun kebutuhan Batu Bara domestik untuk sektor non kelistrikan umum mencapai 5,93 juta ton.

“Ini masih bisa meng-cover kebutuhan PLN dan non kelistrikan umum,” tegas Agung.

Pemerintah telah menargetkan jumlah DMO Batu Bara di tahun ini sebesar 155 juta ton.

Agung menjelaskan, ancaman koreksi harga Batu Bara di pasar global dipercaya mulai mempengaruhi produksi dan penjualan Batu Bara di dalam negeri.

“Apabila pandemi COVID-19 masih berlanjut, maka permintaan Batu Bara domestik diperkirakan turun sekitar 5 persen,” ujar Agung.

Pemerintah telah menetapkan harga jual Batu Bara untuk kelistrikan umum sebesar US$70 per ton di tahun 2020.

Sedangkan, harga jual Batu Bara untuk industri lain di dalam negeri mengacu pada Harga Batu Bara Acuan (HBA) yang ditetapkan pemerintah setiap bulan.

“HBA April ditetapkan sebesar US$65,77 per ton atau turun US$1,31 per ton dari bulan sebelumnya US$67,08 per ton,” ungkap Agung.

Meski begitu, pemerintah tetap memastikan akan menjaga permintaan Batu Bara untuk berbagai industri di dalam negeri dapat terpenuhi dari produksi dalam negeri, sekalipun di tengah pandemi.

Hal ini mengingat produksi Batu Bara masih sesuai dengan rencana yang ditetapkan sehingga pasokan tetap terjaga.