Kota Sangatta, Tempat Tambang Batu Bara Terbesar di Dunia

Kota Sangatta, Tempat Tambang Batu Bara Terbesar di Dunia

Kota-Sangatta-Tempat-Tambang-Batu-Bara-Terbesar-di-Dunia
Kota Sangatta, Tempat Tambang Batu Bara Terbesar di Dunia

Sangatta adalah nama kota yang tidak begitu akrab di telinga masyarakat, tidak seperti Belitung yang identik dengan tambang timah, atau Timika di Papua dengan tambang emas-nya. 

Sangata adalah nama sebua kota yang sangat besar, juga merupakan ibukota Kabupaten Kutai Timur.

Kota ini awalnya hanyalah desa kecil yang termasuk dalam wilayah administrasi Kabupaten Kutai (sebelum pemekaran). Pada era 90-an jalanan beraspal belum ada.

Jalur transportasi utama kala itu adalah sungai yang menghubungkan Sangatta dengan Bontang sebagai kota besar terdekat.

Oleh karena itu, kawasan paling ramai di masa itu ada di sepanjang bantaran sungai. Saat ini daerah tersebut dinamakan Sangatta Lama.

Sangatta bisa dicapai via jalur darat dari ibukota Kalimantan Timur Samarinda selama 6 jam perjalanan. Belum ada bandara komersial ataupun pelabuhan penumpang di kota ini.

Nama Sangatta sendiri sudah dikenal sejak zaman penjajahan Belanda.

Menurut beberapa sumber sejarah, nama Sangatta berasal dari nama seorang kepala adat suku Kutai di era kejayaan Kerajaan Kutai.

Sampai kemudian PT Kaltim Prima Coal (KPC) berdiri dan mendapat izin kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) pada 1982 dan resmi beroperasi 1992.

Perusahaan ini menggali ’emas hitam’ di lokasi yang tak jauh dari pusat kota Sangatta saat ini.

Baca Juga: Apa Kabar Nasib Proyek Gasifikasi Batu Bara

KPC adalah perusahaan tambang batubara open pit (penambangan terbuka) terbesar di dunia.

Luas lahan konsesinya mencapai 90.938 hektar dengan kapasitas produksi mencapai 50 juta ton per tahun.

Batubara yang diproduksi KPC adalah kategori prima, salah satu kualitas batubara terbaik dengan nilai kalori tertinggi. Oleh karenanya orientasi pasarnya adalah ekspor.