Kota Penambang yang Sunyi di Perut Bumi Coober Pedy

Must read

Kota Penambang yang Sunyi di Perut Bumi Coober Pedy

Kota Penambang yang Sunyi di Perut Bumi ‘Coober Pedy’

Ribuan penambang menetap di kesunyian pemukiman bawah tanah Kota Coober Pedy. 

Sebuah kawasan yang terletak di bagian utara Australia Selatan, 850 kilometer dari Adelaide.

Coober Pedy adalah kata Aborigin yang secara harfiah diterjemahkan menjadi orang kulit putih di dalam lubang. 

Mengutip laman resminya, Coober Pedy dijuluki sebagai ‘Ibu kota opal dunia‘ sebab di bawah permukaan kota itu ditemukan ratusan jenis batu kalimaya dengan berbagai warna dan corak.

Setidaknya, 70 persen batu kalimaya di  dunia disebut-sebut berasal dari kota bawah tanah itu.

Coober Pedy didirikan sejak 1915, bermula dari seorang anak bernama Willie Hutchison dengan ayahnya yang menggali sebuah titik di kawasan tandus dan menemukan batu dengan warna yang mengkilap di setiap dinding. 

Baca Juga: Indonesia Akan Lelang 10 Blok Migas di 2021

Sejak saat itu, lorong-lorong di bawah tanah Coober Pedy mulai terbentuk menjadi kota bawah tanah yang unik.

Kendati begitu, tak sembarang orang dapat tahan tinggal di Coober Pedy. Bila cuaca sedang panas-panasnya, penghuni kota dapat merasakan suhu mencapai 113 derajat fahrenheit atau 45 derajat celcius.

Karena iklim yang kering, air kadang-kadang langka di kota ini. Penghuni Coober Pedy mengandalkan persediaan air bersih dari Great Artesian Basin yang terletak sekitar 15 mil atau 24 kilometer dari kota.

“Orang-orang datang ke sini untuk melihat sesuatu secara berbeda. Mentalitas petualangan seperti itulah yang menarik orang-orang ke sini,” Ujar Direktur Pengelola Desert Cave Hotel di Coober Pedy, Robert Roro. 

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article